
Tribulus1
Tribulus terrestris L. merupakan jenis herbal yang berasal dari tanaman rujak polo. Bagian tanaman yang dimanfaatkan adalah bagian daun. Sejumlah penelitian menemukan bahwa Tribulus memiliki efek afrodisiak yang dapat membangkitkan gairah seksual, serta berkontribusi terhadap kesehatan hormonal.2.4 Sedangkan secara tradisional di wilayah Thailand, bagian herba tanaman digunakan sebagai diuretik/ peluruh kencing.5
Morfologi Tribulus
Tanaman Tribulus memiliki batang berbulu halus yang menyebar dari satu titik pusat dan dapat mencapai panjang hingga 2,4 m. Daunnya memiliki dua ukuran, yaitu daun besar hingga 6 cm dengan 6–8 pasang anak daun, dan daun kecil hingga 3,5 cm dengan 3–4 pasang anak daun. Anak daunnya berbentuk lonjong memanjang berukuran kecil (hingga 15 × 5 mm) dengan pangkal agak miring dan membulat, permukaan atas berwarna hijau dan sedikit berbulu, sedangkan permukaan bawah lebih pucat dan berbulu lebih rapat. Tangkai bunga memiliki panjang 2–4 cm, dengan kelopak bunga 3–5 mm dan mahkota bunga 3–12 mm berwarna kuning pucat.5
Kandungan Tribulus
Komponen dominan ekstrak Tribulus terrestris adalah steroid saponin tipe furostanol yaitu protodioscin.2
Khasiat Tribulus
Berdasarkan studi literatur, terdapat beberapa studi efikasi Tribulus diantaranya untuk:
Afrodisiak (Peningkat libido)
Protodiosin bekerja dengan meningkatkan kadar hormon seks seperti LH dan testosteron. Selain dapat meningkatkan libido, mekanisme tersebut juga dapat meningkatkan perkembangan otot, produksi sel darah merah, dan meningkatkan sirkulasi darah. 2Studi Literatur:
Subjek: 180 pria berusia 18-65 tahun
Dosis penelitian: 3x2 tablet ekstrak kering Tribulus terrestris (tiap tab: 250 mg terstandarisasi saponin furostanol <112,5 mg)
Durasi: 12 minggu.
Hasil: Kelompok Tribulus menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor kepuasan khususnya dalam fungsi orgasme, hasrat seksual, dan kepuasan secara keseluruhan.3
Kesehatan hormon
Senyawa protodioscin dapat menjadi bahan dasar alami untuk pembentukan hormon seks seperti androgen dan estrogen. Protodioscin juga dapat meningkatkan hormon LH, yang dapat diubah menjadi estrogen dalam tubuh. Dengan demikian, protodioscin berpotensi mendukung fungsi reproduksi wanita,meningkatkan libido, dan membantu proses ovulasi lebih lancar.4
Studi Literatur:
Subjek: 122 wanita dengan diagnosis PCOS
Dosis penelitian: 3 tab ekstrak Tribulus/ hari (tiap tab: 13,5 g bagian aerial) + kombinasi tab herbal lain (Kayu manis, Licorice, St. John’s Wort, Peony china) & perbaikan pola hidup
Durasi: 90 hari
Dosis: Terdapat perbaikan signifikan dari kelainan siklus menstruasi, pemulihan sekresi hormon, indeks massa tubuh (IMT), kualitas hidup, pengurangan depresi, kecemasan, dan stres.4
Keamanan
Dari hasil studi literatur, tidak ada efek samping serius yang dilaporkan dari konsumsi Tribulus sesuai dosis anjuran, subjek penelitian menunjukkan tolerabilitas yang baik.3,4
Kata kunci: Tribulus terrestris L; Afrodisiak; Peningkat Libido; Kesehatan Hormon; Protodioscin; Peluruh Kencing.
Daftar Pustaka
Tan JN, Mohd Saffian S, Buang F, et al. Antioxidant and Anti-Inflammatory Effects of Genus Gynura: A Systematic Review. Front Pharmacol. 2020;11:504624. doi:10.3389/fphar.2020.504624.
Tan HL, Chan KG, Pusparajah P, Lee LH, Goh BH. Gynura procumbens: An Overview of the Biological Activities. Front Pharmacol. 2016;7:52. doi:10.3389/fphar.2016.00052.
Mou, Kanzil & Dash, Pritesh. A Comprehensive Review on Gynura procumbens Leaves. International Journal of Pharmacognosy. 2016; 3(4): 167-174. doi: 10.13040/IJPSR.0975-8232.IJP.3.
Yusoff WS, Johari AS, Kamarudin E, Mastuki MF, Abu MN, Safarudin Z. Effects of ethanol extracts of Gynura procumbens on in-vivo phagocytosis of wistar albino rats. Jurnal Teknologi (Sciences & Engineering). 2016; 78(6-7).
Ng LY, Yap SF. Gynura procumbens (Lour.) Merr. In: Lemmens RHMJ, Bunyapraphatsara N, eds. Plant Resources of South-East Asia No 12(3): Medicinal and Poisonous Plants 3. PROSEA Foundation; 2003. Accessed April 9, 2026. https://prota4u.org/prosea.
Gambar: https://stock.adobe.com
Sanagoo S, Sadeghzadeh Oskouei B, Gassab Abdollahi N, Salehi-Pourmehr H, Hazhir N, Farshbaf-Khalili A. Effect of Tribulus terrestris L. on sperm parameters in men with idiopathic infertility: A systematic review. Complement Ther Med. 2019; 42: 95-103. doi:10.1016/j.ctim.2018.09.015
Kamenov Z, Fileva S, Kalinov K, Jannini EA. Evaluation of the efficacy and safety of Tribulus terrestris in male sexual dysfunction-A prospective, randomized, double-blind, placebo-controlled clinical trial. Maturitas. 2017;99:20-26. doi:10.1016/j.maturitas.2017.01.011
Ghanbari A, Akhshi N, Nedaei SE, et al. Tribulus terrestris and female reproductive system health: A comprehensive review. Phytomedicine. 2021;84:153462. doi:10.1016/j.phymed.2021.153462.
Chuakul W, Soonthornchareonnon N, Ruangsomboon O. Tribulus terrestris L. In: van Valkenburg JLCH, Bunyapraphatsara N, eds. Plant Resources of South-East Asia No 12(2): Medicinal and Poisonous Plants 2. PROSEA Foundation; 2001. Accessed April 9, 2026. https://prota4u.org/prosea.


