
Saw Palmetto1
Serenoa repens fructus (Saw Palmetto) adalah sejenis pohon palem kecil yang tumbuh di Amerika Serikat bagian tenggara dan buahnya telah digunakan sebagai obat herbal. Buah Saw Palmetto secara tradisional digunakan oleh penduduk asli Amerika untuk mengobati gangguan saluran kemih, meredakan iritasi selaput lendir, hingga meningkatkan fungsi testis. Dari hasil berbagai penelitian, Saw Palmetto dikenal utamanya untuk membantu mengurangi gejala pembesaran prostat jinak (BPH) dengan mengurangi peradangan dan pertumbuhan prostat.2
Morfologi Buah Saw Palmetto
Buah berbentuk bulat telur atau hampir bulat, dengan permukaan kasar, berkerut, berwarna coklat tua hingga kehitaman, dan sedikit mengilap seperti tembaga. Ukurannya dapat mencapai panjang 2,5 cm dan diameter 1,5 cm.Lapisan luar buah (epikarp) dan daging buah (mesokarp) sangat tipis dan mudah terkelupas, sehingga memperlihatkan lapisan dalam (endokarp) yang tipis, keras, berwarna coklat pucat, dan berserat.5
Kandungan Saw Palmetto
Ekstrak Saw Palmetto sebagian besar terdiri dari asam lemak (seperti asam laurat dan miristat) dan fitosterol, yang berkontribusi terhadap sebagian besar efek kesehatan, terutama pada mendukung kesehatan prostat, terutama pada kondisi Benign Prostate Hyperplasia (BPH).2
Khasiat Saw Palmetto
Saw palmetto membantu mencegah pembesaran prostat dengan menekan peradangan pada jaringan prostat (antiinflamasi) serta mengurangi pembentukkan hormon Dihidrotestosteron/ DHT yang merangsang pertumbuhan prostat, sehingga ukuran dan fungsi prostat tetap normal.2 Kelebihan DHT juga diketahui memicu penyusutan folikel rambut pada kasus Androgenetic Alopecia (AGA) atau kerontokan rambut berpola pada pria/wanita.4
Studi Literatur BPH:

Mekanisme kerja ekstrak Saw Palmetto2
Subjek: 225 pria dengan gejala saluran kemih bagian bawah dan BPH.
Dosis penelitian: Tablet Profluss (mengandung 320 mg ekstrak Saw Palmetto, selenium 50 mcg dan likopen 5 mg) + placebo (Kelompok A), Tamsulosin 0,4 mg + placebo (Kelompok B), atau Tablet Profluss + Tamsulosin 0,4 mg (Kelompok Kombinasi).
Durasi: 12 bulan
Hasil: Kelompok kombinasi Saw Palmetto, likopen, selenium, dan tamsulosin lebih efektif mengatasi BPH berdasarkan penilaian pada International Prostate Symptom Score (IPSS) dan meningkatkan laju aliran urin maksimum.3
Studi Literatur Kebotakan hormonal:
Subjek: 80 orang dewasa (8–50 tahun), dengan AGA (kebotakan akibat hormon dan genetik) ringan-sedang
Dosis: Saw Palmetto oil 100 mg/ hari (terstandarisasi 2-3 β-sitosterol)
Durasi: 16 minggu
Hasil: Rambut rontok turun sampai 29%, kepadatan rambut meningkat 5–7%, dan kadar serum DHT menurun signifikan. Tidak dilaporkan efek samping serius.4
Keamanan
Dari hasil studi literatur yang dilakukan, tidak ada efek samping yang dilaporkan pada studi klinis yang dilakukan. Konsumsi Saw Palmetto relatif aman dan dapat ditoleransi baik oleh semua subjek penelitian.3
Kata kunci: Serenoa repens; Saw Palmetto; Kesehatan Prostat; Dihidrotestosteron; Androgenetic Alopecia; Kebotakan Hormonal; Kesehatan Saluran Kemih
Daftar Pustaka
Gambar: shutterstock.com
Suzuki M, Ito Y, Fujino T, et al. Pharmacological effects of saw palmetto extract in the lower urinary tract. Acta Pharmacol Sin. 2009;30(3):227-281. doi:10.1038/aps.2009.1
Morgia G, Russo GI, Voce S, et al. Serenoa repens, lycopene and selenium versus tamsulosin for the treatment of LUTS/BPH. An Italian multicenter double-blinded randomized study between single or combination therapy (PROCOMB trial). Prostate. 2014;74(15):1471-1480. doi:10.1002/pros.22866.
Sudeep HV, Rashmi S, Jestin TV, Richards A, Gouthamchandra K, Shyamprasad K. Oral and Topical Administration of a Standardized Saw Palmetto Oil Reduces Hair Fall and Improves the Hair Growth in Androgenetic Alopecia Subjects - A 16-Week Randomized, Placebo-Controlled Study. Clin Cosmet Investig Dermatol. 2023;16:3251-3266. doi:10.2147/CCID.S435795.
European Directorate for the Quality of Medicines & HealthCare (EDQM). European Pharmacopoeia 11th ed. Council of Europe; 2023.
