
Rimpang Temulawak1
Curcuma xanthorrhiza (Temulawak) merupakan tumbuhan asli Indonesia, dalam beberapa literatur menyebutnya sebagai Javanese Turmeric atau Kunyit Jawa. Temulawak sudah dikenal sebagai salah satu hepatoprotektor alami. Sudah sejak dahulu kala, rimpang Temulawak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk mengobati penyakit kuning dan penyakit hati. 2,3
Morfologi Rimpang Temulawak
Rimpang temulawak berbentuk besar, bercabang kuat , dan memiliki rimpang induk yang bulat seperti telur atau jorong. Rimpang temulawak bagian luar berwarna kuning muda, sedangkan rimpang bagian dalam berwarna kuning kejinggaan sampai coklat kejinggaan.11
Kandungan Temulawak
Temulawak merupakan salah satu sumber utama metabolit sekunder xanthorrhizol, terpenoid dan curcuminoid, yang meliputi kurkumin, monodemetoksi kurkumin, dan bisdemetoksikurkumin.2,3 Sumber khasiat Temulawak sebagian besar dihasilkan dari senyawa Curcumin dan Xanthorrhizol.3,5
Khasiat Temulawak
Berdasarkan data empirik maupun secara ilmiah, zat aktif Temulawak memiliki manfaat terhadap fungsi hati, memperbaiki nafsu makan, dan antioksidan.11
Kesehatan Hati
Kurkumin dalam Temulawak bekerja dengan cara yang serupa dengan rimpang Kunyit dan memiliki efek koleretik (meningkatkan sekresi empedu oleh hati). Efek hepatoprotektor Temulawak berhubungan erat dengan sifat antioksidannya. Senyawa aktif dalam Temulawak membantu mengurangi zat-zat pemicu peradangan, mendorong kematian sel kanker hati, dan menurunkan kadar lemak berlebih sehingga mencegah penumpukan kolesterol di hati.2,3Studi literatur:
Subjek: 12 relawan sehat berusia 20 - 50 tahun dengan berat badan berkisar 45 - 65 kg
Dosis penelitian: 40 mg Kurkumin
Durasi: satu kali pemberian
Hasil: terjadi penurunan volume kantong empedu sebesar 50%, yang menunjukkan peningkatan kontraksi kantung empedu, 2 jam setelah konsumsi. Efek kolekinetik merujuk pada kemampuan suatu zat untuk merangsang kontraksi kantung empedu dan meningkatkan aliran empedu. Efek ini penting untuk pencernaan dan dapat berkontribusi pada kesehatan hati dengan membantu mengeluarkan toxin dari tubuh.4
Kesehatan Kulit
Ekstrak Temulawak memiliki aktivitas antioksidan kuat yang dapat meningkatkan perlindungan kulit terhadap paparan polusi radikal bebas. Senyawa Xanthorrhizol memiliki aktivitas antimikroba, menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes, bakteri penyebab jerawat. Ekstrak Temulawak dapat menghambat aktivitas enzim yang berkontribusi terhadap penuaan kulit. Penghambatan ini membantu menjaga elastisitas dan hidrasi kulit.5Studi literatur:
Subjek: 17 subjek (usia 18-59 tahun) dengan psoriasis ringan (penyakit autoimun yang menyebabkan kulit meradang, bersisik, dan terasa gatal)
Dosis penelitian: ointment Temulawak 1% yang dioleskan pada lesi 2x sehari setelah mandi.
Durasi: 4 minggu
Hasil: ointment Temulawak dapat menurunkan parameter keparahan psoriasis seperti kemerahan, penebalan kulit, dan flaking secara bermakna.6
Penambah Nafsu Makan
Temulawak dikenal dengan efek menambah nafsu makan, terutama untuk anak-anak. Temulawak mampu meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu sistem pencernaan berfungsi lebih baik untuk mencerna protein, karbohidrat, dan lemak.7Studi Literatur:
Subjek: 56 orang dewasa muda dengan riwayat anoreksia primer
Dosis penelitian: 50 mg ekstrak kasar Temulawak per hari
Durasi: 35 hari
Hasil: Terjadi peningkatan nafsu makan pada kelompok yang diberikan Temulawak. Peningkatan masukan kalori dan protein makanan juga dialami kelompok Temulawak. Pada studi terbukti adanya peningkatan aktivitas pencernaan, termasuk peningkatan absorbsi dalam usus halus.8
Keamanan
Temulawak / Java Turmeric telah diakui efikasinya sebagai bahan obat herbal dengan khasiat salah satunya sebagai hepatoprotektor oleh European Medicines Agency (EMA); Committee on Herbal Medicinal Products (HPMC), selain dari latar belakang penelitian, pernyataan ini didasari oleh sejarah penggunaan empiris Temulawak selama setidaknya 30 tahun yang efektif dan aman.9 Pada penelitian lain yang dilakukan terhadap ekstrak Temulawak sebagai agen hepatoprotektor menunjukkan LD50 lebih dari 5 g/kg bb dan dikategorikan praktis tidak beracun. 10
Kata kunci: Temulawak; Curcuma xanthorrhiza; Xanthorrhizol; Curcumin; Memelihara Imunitas; Hepatoprotektor; Fungsi Hati; Nafsu Makan
Daftar Pustaka
Gambar: shutterstock.com
Ruiz de PV, Figols M, Font A, Pardina E. Curcumin as a hepatoprotective agent against chemotherapy-induced liver injury. Life Sci. 2023;332 (122119). doi:10.1016/j.lfs.2023.122119.
Rahmat E, Lee J, Kang Y. Javanese Turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.): Ethnobotany, Phytochemistry, Biotechnology, and
Pharmacological Activities. Evid Based Complement Alternat Med. 2021;2021:9960813. doi:10.1155/2021/9960813.
Rasyid A, Rahman A, Jaalam K, Lelo A. Effect of different curcumin dosages on human gall bladder. Asia Pacific J Clin Nutr. 2002, 11(4):314-318.
Teresa LW, Wahyu W, Anis SM, & Rizal. An in Vitro Assay Reveals the Anti-Aging Properties of Temulawak Extract (Curcuma xanthorrhiza L.). Folia Medica Indonesiana. 2023;59(4): 350–356.
Rahmayunita G, Jacoeb TN, Novianto E, Indriatmi W, Rihatmadja R, Pusponegoro EH. A double-blind randomized controlled trial of topical Curcuma xanthorrhiza Roxb. on mild psoriasis: clinical manifestations, histopathological features, and K6 expressions. Medical Journal of Indonesia. 2018 Oct 12;27(3):178-84.
Nuryanti E, Saptaningrum E, Siswanto J, Isworo A, Sitepu FY, Noviyanti LA. The Effectiveness of Temulawak (Curcuma Xanthorriza) Plus Honey in Increasing Children Under Five Years’ Body Weight. SEEJP. 2024; 26: 48-51.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Kementerian Kesehatan RI; 2016. .
European Medicines Agency. Assessment report on Curcuma xanthorrhiza Roxb. (C. xanthorrhiza D. Dietrich). EMA; 2014. EMA/HMPC/604598/2012.
Rosidah I, Renggani TN, Firdausi N, et al. Acute and Subchronic Toxicological Study of the Cocktail Extract from Curcuma xanthorrhiza Roxb, Phyllanthus niruri L. and Morinda citrifolia L. J Toxicol. 2024; doi:10.1155/2024/9445226
Badan Pengawas Obat dan Makanan. Serial Tanaman Obat: Temulawak. Badan POM; 2006.






