
Lengkuas1
Languas galanga Rhizoma atau Alpinia galanga disebut pula Lengkuas merupakan rimpang herbal yang kita sering dimanfaatkan sehari-hari. Lengkuas berasal dari daerah padang rumput di Tiongkok selatan, dan Asia Tenggara. Lengkuas memiliki rasa yang harum dan sedikit pedas.2 Rimpang Lengkuas memiliki berbagai macam kegunaan dalam pengobatan tradisional, misalnya untuk penyakit kulit, gangguan pencernaan, kolik, disentri, kesehatan limpa, penyakit pernapasan, pengobatan infeksi, dan pengobatan setelah melahirkan.6
Morfologi Lengkuas
Rimpang Lengkuas berukuran besar, keras, bercabang, berserat, terdiri atas dua lapisan. Lapisan luar kaku dan kasar, lapisan dalam tampak serat-serat kasar, terdapat pembatas di lapisan dalam, patahan rimpang berserat; lapisan luar merah kecoklatan, lapisan dalam putih kekuningan atau putih kecoklatan.5
Kandungan Lengkuas
Lengkuas mengandung golongan senyawa aktif volatile oil (kurang lebih 1% yang terdiri dari alpha-pinene, cineole, dan linalool), Seskuiterpen lakton (meliputi galangol dan galangin), diterpene, dan flavonoid.2
Khasiat Lengkuas
Seperti halnya keluarga herbal rimpang jahe-jahean, Lengkuas bersifat menghangatkan dan menenangkan pencernaan.2 Disamping itu, terdapat beberapa studi aktivitas terapetik Lengkuas pada subjek manusia diantaranya:
Menyegarkan badan
Subjek: 62 orang sehat usia 18-55 tahun
Dosis: 1 x 300 mg Ekstrak air Lengkuas (30% glikosida, 3% polienol, 3% flavonoid, dan 1% tannin) per hari
Durasi: 28 hari
Hasil: Peningkatan signifikan dalam tingkat kewaspadaan (alertness), waktu reaksi, energi, dan pengurangan kelelahan & kantuk di siang hari dibandingkan dengan plasebo.3
Nyeri Sendi
Subjek: 45 pasien Rheumatoid Arthritis (peradangan sendi) lanjut usia
Dosis: Diberikan kompres dari rebusan Lengkuas selama 20 menit/ hari (350 gram Lengkuas segar direbus dalam 2 liter air)
Durasi: 1x pemberian kompres (1 hari)
Hasil: Kompres hangat Lengkuas efektif dalam mengurangi intensitas skala nyeri radang sendi pada lansia hingga 80%.4
Keamanan
Berdasarkan literatur studi klinis, penggunaan Lengkuas sebagai obat tradisional relatif aman dan tidak menimbulkan efek samping yang signifikan. Terdapat efek samping ringan seperti sakit kepala dan demam namun hasil pemeriksaan parameter hematologi dan fungsi vital tubuh seluruh subjek menunjukkan hasil yang baik.3
Kata kunci: Languas galanga; Lengkuas; Anti Kembung; Menyegarkan Badan; Nyeri Sendi; Gangguan Pencernaan; Kolik; Disentri
Sumber
Gambar: Vecteezy.com
Chevallier A. Encyclopedia of Herbal Medicine. 3rd ed. DK Publishing; 2016. ISBN: 978-1-4654-4981-8.
Ereiah MM, Kundapur M, Joshua L, Thomas JV. Alpinia galanga Extract Increases Alertness, Focus, and Energy While Lowering Fatigue and Daytime Sleepiness with Four Weeks Supplementation: A Randomized, Double-Blind, PlaceboControlled, Cross-Over Study in Human Subjects. Curr Res Cmpl Alt Med. 2023; 7(4): 209.
Hanum P, Harahap RF, Anggeria E, Silaban VF, Siregar DN, Tindaon RL. The Effect of Alpinia Galanga Warm Compress in Reducing Rheumatoid Arthritis Pain Intensity in the Elderly: A Quasi-Experimental Study. Indian Journal of Forensic Medicine and Toxicology. 2022;16(4): 356-368.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Kementerian Kesehatan RI; 2017.
Scheffer JJC, Jansen PCM. Alpinia galanga (L.) Willd. In: de Guzman CC, Siemonsma JS, eds. Plant Resources of South-East Asia No. 13: Spices. PROSEA Foundation; 1999. Accessed April 11, 2026. http://prota4u.org/prosea.



