
Cabe Jawa1
Piper retrofractum disebut Cabe Jawa merupakan tumbuhan asli Indonesia banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra. Bagian yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah bagian buah/cabe. Secara empiris, buah Cabe Jawa yang tua digunakan untuk mengobati sakit kembung, muntah, merangsang nafsu makan, encok, demam, sakit kepala, sakit gigi, batuk, lemah syahwat, afrodisiak, dan peluruh keringat.2
Morfologi Cabe Jawa
Tanaman Cabe Jawa berupa semak berkayu merambat yang dapat mencapai tinggi sekitar 10 meter. Daunnya tunggal dan tersusun berseling, berbentuk bulat telur hingga lonjong. Bunganya kecil dan berwarna kuning saat mekar, kemudian menghasilkan buah kecil dengan biji berukuran sekitar 2–2,5 mm.3 Buahnya majemuk, berbentuk silindris/bulat panjang, ketika masih muda buah berwarna hijau, keras, dan pedas. Warna buah yang tua lama kelamaan menjadi kuning gading dan akhirnya menjadi merah, lunak, dan manis.2
Kandungan Cabe Jawa
Buah Cabe Jawa mengandung minyak atsiri 0,9%, zat pedas piperin 4-5%, kavisin, asam palmitik, sesamin, piperidin, dan senyawa bioaktif lainnya.3
Khasiat Cabe Jawa
Zat Piperin dalam Cabe Jawa memiliki daya antipiretik (pereda demam/panas), analgesik (meredakan nyeri), dan anti inflamasi. Selain itu, secara tradisional Cabe Jawa berkhasiat untuk mengobati sakit kembung, stimulan dan afrodisiak (meningkatkan gairah seksual).2
Afrodisiak (Peningkat libido)
Subjek: 9 pria hipogonad usia 18-50 tahun (kondisi ketika kelenjar seksual tidak menghasilkan hormon dalam jumlah yang cukup)
Dosis: ekstrak ethanol Cabe Jawa 100 mg/hari
Durasi: 1 bulan
Hasil: 7 dari 9 subjek mengalami peningkatan kadar testosteron darah. Pada dosis 100 mg/hari ekstrak Cabe Jawa bersifat androgen lemah dan dapat meningkatkan frekuensi koitus/senggama subjek.4


Grafik pengaruh Cabe Jawa terhadap konsentrasi spermatozoa dan frekuensi koitus pria hipogonad.4
Pereda nyeri
Subjek: 32 pasien rheumatoid arthritis (radang sendi) usia 45 - 74 tahun
Dosis: Kompres di area sakit dengan rebusan 5 g Cabe Jawa kering/ hari (dosis terbagi 2 x sehari)
Durasi: 7 hari
Hasil: Kompres Cabe Jawa efektif untuk mengurangi skala nyeri pada lansia dengan rheumatoid arthritis. Senyawa piperin membantu mengurangi peradangan dan nyeri dengan menghambat pembentukan zat pemicu nyeri (prostaglandin). Sementara itu, minyak atsiri pada Cabe Jawa memberikan efek hangat yang melancarkan aliran darah dan membantu meredakan nyeri sendi.6
Keamanan
Cabe Jawa masuk dalam Formularium Obat Herbal Asli Indonesia dengan indikasi untuk disfungsi ereksi dan afrodisiak (peningkat libido).3 Hingga saat ini tidak terdapat laporan toksisitas berat yang dilaporkan secara klinis pada manusia. Berdasarkan uji toksisitas akut ekstrak etanol Cabe Jawa yang diberikan secara oral pada mencit menunjukkan LD50 sebesar 3,32 mg/10 g mencit. Sedangkan hasil uji subkronik yang dilakukan selama 90 hari dengan dosis ekstrak etanol Cabe Jawa 1,25; 3,75 dan 12,5 mg/200 g BB tikus, menunjukkan tidak adanya kerusakan pada organ penting.5
Kata kunci: Piper retrofractum; Cabe Jawa; Piperin; Pereda demam; Afrodisiak; Peningkat Libodo; Pereda Nyeri; Kembung; Encok: Nafsu Makan; Lemah Syahwat; Kembung
Daftar Pustaka
Gambar: Vecteezy.com
Badan Pengawas Obat dan Makanan. Serial Tanaman Obat; Cabe Jawa. BPOM RI; 2006.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Kementerian Kesehatan RI; 2016.
Moeloek NH, Lestari SW, Clinical Study of Piper Retrofractum Vahl. (Javanese Long Pepper) Extracts as an Androgenic Phytopharmaca in Male Hypogonadism. Madjalah Kedokteran Indonesia. 2010; 60: 255-262.
Badan Pengawas Obat dan Makanan. Acuan Sediaan Herbal. Vo 5 Ed 1. BPOM RI; 2010. ISBN 978-979-3707-54-9.
Kadafi A., Dian AN, Della IY. Java Chilli Compress (Piper Retrofractum) Is Effective Against Pain Scale In Elderly People With Rheumatoid Arthritis. Midwifery and Nursing Journal. 2023; 5(2): 68-72.



