
Serai1
Cymbopogon nardus disebut pula Serai Wangi/ citronella grass merupakan keluarga rumput-rumputan yang rimbun. Bagian yang digunakan umumnya adalah daun dan batangnya untuk diambil minyak atsiri (citronella oil). Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai penangkal nyamuk/ serangga dikarenakan memiliki aroma kuat dan khas yang tidak disukai serangga, sehingga dapat bekerja sebagai repellent (penolak) alami. Dalam masyarakat, selain dimanfaatkan untuk masakan, sereh juga dapat bermanfaat sebagai anti inflamasi/ anti peradangan, antiseptik, meredakan mual muntah, antirematik, anti nyeri, dan pereda demam.2
Morfologi Serai Wangi
Tanaman Serai ini adalah jenis rumput yang tumbuh berumpun besar. tingginya dapat mencapai sekitar 1,2 meter, dengan akar serabut yang pendek. Batangnya tumbuh tegak, berkelompok, berwarna putih kekuningan hingga kemerahan, lunak, mudah patah, dan berongga. Daunnya berwarna hijau, berbentuk panjang seperti pita, dan semakin meruncing ke ujung. Permukaan daun agak kasar dan berbulu halus, serta berbau citrus saat diremas. Daun tersusun sejajar pada batang dan tidak memiliki tangkai.2
Kandungan Serai
Serai Wangi mengandung 1% minyak atsiri dengan komposisi senyawa sitronelal, geraniol, geranil asetat, dan sitroneli asetat.2
Khasiat Serai
Berdasarkan Medicinal Herb Index Indonesia, Serai Wangi memiliki kegunaan empiris sebagai diaforetik (peluruh keringat), obat kumur, dan penghangat badan.3 Sejauh ini baru terdapat studi in vivo (subjek hewan uji) terhadap Serai Wangi diantaranya:
Analgesik/ Pereda nyeri
Subjek: Tikus yang diinduksi edema di kaki (pembengkakan akibat cairan berlebih)
Dosis: Ekstrak air panas (Dekoksi) daun Serai 15 ml/kg BB tikus
Hasil: Kandungan minyak atsiri dalam dekoksi Serai berefek meredakan nyeri terhadap nyeri kepala, kejang otot, spasme, rematik, myalgia dan neuralgia.2
Memelihara daya tahan
Subjek: 30 tikus jantan (BB 25-30 g) yang diinjeksi patogen S.aureus
Dosis: Ekstrak etanol Serai 50, 150, atau 300 mg/kg BB diberikan secara oral setiap hari (ekstrak dari 100 g bubuk batang Serai diekstraksi dalam 1000 ml ethanol 96%)
Durasi: 14 hari
Hasil: Dosis 150 mg/kg secara signifikan meningkatkan jumlah leukosit dan limfosit yang artinya memiliki kemampuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.4


Hasil studi ekstrak Serai dosis 50, 150, atau 300 mg/kgBB terhadap sel imun tubuh.4
Keamanan
Serai Wangi masuk dalam Formularium Obat Herbal Asli Indonesia dengan indikasi sebagai analgetik (pereda nyeri) anti inflamasi (anti peradangan). Di Amerika daun Serai termasuk Generally recognized as safe (GRAS). Infusa (rebusan) daun Serai per oral pada tikus selama 2 bulan pemberian 2x sehari tidak menunjukkan efek toksik meskipun terdapat 2 kasus toksisitas akibat penggunaan minyak atsiri secara inhalasi.2 Konsumsi ekstrak batang Serai dalam dosis tinggi (300 mg/kgBB tikus selama 14 hari) dapat menyebabkan efek samping seperti alergi atau penurunan sistem kekebalan tubuh.4
Kata kunci: Cymbopogon nardus; Serai Wangi; Sitronelal; Pereda Nyeri; Memelihara Imunitas; Anti Mual Muntah; Antirematik; Anti Radang; Pegel Linu; Nyeri Sendi;
Daftar Pustaka
Gambar: Vecteezy.com
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Kementerian Kesehatan RI; 2016.
Esai Indonesia. Medicinal Herb Index in Indonesia. 2nd Ed. PT. Esai Indonesia; 1995.
Ayu SP, Ika S, Rofiatun NS, Mahaputra K, Rosalina R. Immunomodulator Effect of Lemongrass Extract (Cymbopogon nardus L.) to Increase Immune Cells as a Precaution Against SARS-CoV-2. Biomolecular and Health Science Journal. 2021; 4(2): 73–77.
Giroth, Sonnia J., Janno BB Bernadus, and Angle MH Sorisi. Uji Efikasi Ekstrak Tanaman Serai (Cymbopogon citratus) terhadap Tingkat Mortalitas Larva Nyamuk Aedes sp. J e-Biomedik. 2021; 9(1): 13-20.
