
Herba sambiloto1
Andrographis paniculata (Sambiloto) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak digunakan di Asia Tenggara. Herba sambiloto mulai diperkenalkan dalam Farmakope Cina pada tahun 1977. Bagian tanaman Sambiloto yang umumnya dijadikan obat adalah bagian aerial/ semua bagian yang tumbuh di atas tanah, meliputi batang dan daun.5 Pada pengobatan tradisional China & India, Sambiloto banyak dimanfaatkan untuk membantu memelihara kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan daya tahan tubuh, antipiretik/ pereda demam, pemeliharaan kesehatan saluran pernapasan atas, serta membantu pertahanan tubuh terhadap infeksi.2

Morfologi Herba Sambiloto
Berupa batang, daun, bunga, buah dan biji. Batang tidak berambut bentuk persegi empat. Daun berupa lembaran berwarna hijau tua atau hijau kecoklatan, melekuk bentuk lonjong sampai lanset, rapuh, tipis, tidak berambut, pangkal daun runcing, tepi rata, ujung runcing sampai meruncing. Buah kotak, bentuk jorong, pangkal dan ujung tajam, berwarna hijau tua hingga hijau kecoklatan. Biji berwarna coklat muda agak keras dengan tonjolan.9
Kandungan Sambiloto
Sambiloto mengandung senyawa aktif dari golongan diterpen lakton (lebih dari 20 jenis andrografolida), glikosida, flavonoid (lebih dari 20 senyawa), seskuiterpen lakton, dan polifenol.2
Khasiat Sambiloto
Memelihara imunitas/daya tahan tubuh
Dalam penelitian yang sebagian besar dilakukan di India dan Tiongkok, herba Sambiloto terbukti mampu menstimulasi sistem kekebalan tubuh dan mengatasi keracunan. Senyawa Andrographolide membantu memelihara daya tahan tubuh dengan memengaruhi sel imun seperti makrofag dan produksi antibodi. Andrographolide juga dapat meredakan peradangan dan memengaruhi zat yang berperan dalam reaksi alergi dan infeksi.4Studi literatur:
Subjek: 30 orang berusia 18–60 tahun
Dosis penelitian: ekstrak Sambiloto 200mg/hari
Durasi: 30 hari
Hasil: Pemberian ekstrak Sambiloto mampu meningkatkan jumlah sel imun tubuh. Selain itu ekstrak Sambiloto juga berperan dalam menjaga respons imun agar tidak menimbulkan reaksi berlebihan setelah infeksi mereda.3
Memelihara kesehatan pernapasan atas
Di China, herba Sambiloto, tercantum dalam Farmakope Republik Rakyat China dan diindikasikan untuk influenza yang disertai demam, sakit tenggorokan, batuk akut dan kronis, serta penyakit menular lainnya. Sambiloto memiliki aktivitas sebagai anti inflamasi yang berhubungan dengan modulasi imun, antibakteri, dan antivirus. Ketiga aktivitas ini yang dinilai dapat membantu meredakan sakit saluran pernapasan atas dengan gejala seperti pilek, batuk, dan sakit tenggorokan.2Studi literatur:
Subjek: 223 pasien dengan infeksi saluran napas atas ringan.
Dosis penelitian: Ekstrak Sambiloto 200 mg/hari (mengandung 60 mg Andrographolide)
Durasi: 5 hari
Hasil: Pemberian ekstrak Sambiloto efektif mengurangi gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, dan kelelahan. Perbaikan gejala terlihat signifikan pada hari ke-5 dibandingkan kelompok plasebo, dengan efektivitas total 2,1 kali lebih tinggi. Pada 6 orang responden muncul efek samping ringan, seperti muntah, urtikaria, dan diare.2
Antipiretik/ Pereda demam
Sambiloto membantu menurunkan demam dengan menghalangi sinyal internal tubuh yang memicu peningkatan suhu (seperti prostaglandin dan sitokin inflamasi), dan dengan meredakan peradangan yang terjadi di tubuh.6Studi literatur:
Subjek: 152 orang dewasa yang menderita radang amandel & tenggorokan.
Dosis penelitian: Sambiloto kering (6 g/hari)
Durasi: 3 hari
Hasil: Terapi dengan Sambiloto selama 3 hari sama efektifnya dengan parasetamol dalam meredakan demam dan mengurangi nyeri tenggorokan.7
Antiinflamasi/Anti peradangan
Ekstrak sambiloto dapat menghambat aktivasi sinyal inflamasi seperti NF-κB, sehingga menurunkan ekspresi gen-gen pro-inflamasi. Terdapat studi pada tikus yang diinduksi sepsis melalui injeksilipopolysaccharide (LPS). Pemberian ekstrak Sambiloto dengan dosis 200, 400, dan 500 mg/kg BB tikus per hari terbukti memiliki efek antiinflamasi pada hati tikus yang mengalami sepsis akibat induksi LPS. Pada kelompok yang mendapatkan ekstrak, meskipun tetap diinduksi lipopolisakarida, jaringan hati tidak menunjukkan kerusakan berupa penumpukan lemak (degenerasi lemak) maupun kematian sel (nekrosis). Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak Sambiloto membantu melindungi hati dengan mencegah akumulasi lemak berlebih yang dapat memicu kerusakan jaringan pada kondisi sepsis.8
Keamanan
Herba Sambiloto masuk ke dalam Formularium Obat Herbal Asli Indonesia (Permenkes No 6 tahun 2016) dengan indikasi analgetik antipiretik, paliatif & suportif, Gastroenteritis dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Data keamanan subkronik pada formularium mencantumkan daun Sambiloto pada hewan uji tidak menimbulkan efek toksik pada fungsi hati dan ginjal.7
Kata kunci: Sambiloto; Andrographis paniculata; Andrographolide; Memelihara Imunitas; Pereda Demam; Kesehatan Pernapasan
Daftar Pustaka
Gambar : shutterstock.com
Wagner, Hildebert & Ulrich-Merzenich, Gudrun. Evidence and Rational Based Research on Chinese Drugs. Springer Wien; 2013. ISBN 978-3-7091-0441-5.
Rajanna M, Bharathi B, Shivakumar BR, et al. Immunomodulatory Effects of Andrographis paniculata extract in healthy adults - An open-label study. Journal of Ayurveda and Integrative Medicine. 2021: 529-534. doi:10.1016/j.jaim.2021.06.004.
Mishra A, Shaik HA, Sinha RK, Shah BR. Andrographolide: A Herbal-Chemosynthetic Approach for Enhancing Immunity, Combating Viral Infections, and Its Implication on Human Health. Molecules, 2021; 26 (7036). doi:10.3390/molecules26227036.
Chevallier A. Encyclopedia of Herbal Medicine. 3rd Edition. DK Publishing; 2016. ISBN: 978-1-4654-4981-8.
Ilmi H, Pamungkas IR, Tumewu L, Hafid AF, Widyawaruyanti A. Analgesic and Antipyretic Activities of Ethyl Acetate Fraction Tablet of Andrographis paniculata in Animal Models. Evid Based Complement Alternat Med. 2021:8848797. doi:10.1155/2021/8848797.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Kementerian Kesehatan RI; 2016.
Sumiyati, Prajoko YW, Karlowee V, Setyawan NA, Susilaningsih N, Widyastiti NS. The Potential Role of Andrographis Paniculata Against Sepsis by Inhibiting NF-KB P65 and iNOS in Lipopolysaccharide-Induced Rat Model. Azerbaijan Medical Journal. 62(07); 2022: 3037-3052.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Kementerian Kesehatan RI; 2017.



