
Pulasari1
Alyxia reinwardtii atau disebut juga Pulasari, merupakan tanaman perdu merambat yang kulit batang atau kulit cabangnya umum digunakan sebagai bahan jamu tradisional dan obat herbal. Pulasari dikenal memiliki aroma wangi dengan rasa pahit, dan secara tradisional berkhasiat mengobati kembung, sariawan, demam, diare, serta sebagai penambah nafsu makan dan pelancar haid.5
Morfologi Pulasari
Tanaman Pulasari adalah tumbuhan yang merambat. Daunnya tersusun berhadapan atau dalam lingkaran 3–5 helai, berbentuk lonjong hingga elips, dengan permukaan halus atau sedikit berbulu. Bunganya tumbuh di ketiak atau ujung batang, berukuran kecil dan tersusun dalam kelompok. Mahkota bunga berbentuk tabung dengan warna bervariasi seperti putih, krem, kuning, merah muda, atau kombinasi beberapa warna. Buahnya kecil, berbentuk bulat hingga lonjong, biasanya berisi 1–2 biji dan akan berwarna hitam saat matang.6
Kandungan Pulasari
Pulasari mengandung golongan senyawa fitokimia fenolik, kumarin, lignan, iridoid glikosida, alkaloid, dan flavonoid.3
Khasiat Pulasari
Berdasarkan Medicinal Herbal Index Indonesia, Pulasari bagian batang memiliki khasiat menurunkan demam, sedangkan kulit batang dapat berkhasiat untuk radang lambung, batuk rejan, karminatif (mengeluarkan gas dalam pencernaan), keputihan, dan sariawan.2
Antioksidan dan antibakteri
Pada penelitian in vitro skala laboratorium, diketahui Pulasari dengan berbagai pelarut memiliki aktivitas antioksidan tinggi (dapat menangkal radikal bebas) dan juga menunjukkan aktivitas terhadap bakteri tertentu seperti Escherichia coli, yang menunjukkan potensi sebagai sumber antibakteri alami dan antioksidan.3Gastroprotective (Melindungi Lambung)
Subjek: 30 tikus jantan (150-200 gram) dengan tukak lambung
Dosis: kombinasi ekstrak air Licorice 273 mg/kgBB, daun Sembung 457 mg/kgBB dan Pulasari 100; 200; 300 mg/kgBB. Dibandingkan dengan obat sukralfat
Durasi: 7 hari
Hasil: Kombinasi herbal dengan ketika variasi dosis Pulasari menunjukkan potensi aktivitas untuk melindungi kerusakan mukosa, dan mencegah peningkatan faktor peradangan yang memperparah tukak lambung. Eek kombinasi herbal cenderung lebih baik daripada sukralfat.4
Keamanan
Penggunaan empiris menunjukkan bahwa Pulasari aman digunakan menjadi obat tradisional dan dan belum terdapat laporan efek samping serius selama digunakan sesuai dosis anjuran. Berdasarkan studi literatur toksisitas akut, ekstrak etanol kulit Pulasari, diperoleh lethal dose (LD50) pemberian intraperitoneal 4,528 mg/10gBB tikus dan ketika dikonversi secara oral diperoleh 3,169 mg/kgBB tikus. Dalam ramuan obat tradisional pemakaian pada manusia kurang lebih sebanyak 1 jari atau 50 mg/kgBB, maka jika dibandingkan dengan dosis toksisitas pemakaian Pulasari secara tradisional umumnya masih dalam batas aman.5
Kata kunci: Alyxia reinwardtii; Pulasari; Anti Kembung; Melindungi Lambung; Masalah Pencernaan; Antibakteri; Masuk Angin; Mual; Sakit Perut; Maag; Gerd; Tukak Lambung; Antioksidan; Antibakteri; Asam Lambung
Daftar Pustaka
Gambar: vecteezy.com
Esai Indonesia. Medicinal Herb Index in Indonesia. 2nd Ed. PT. Esai Indonesia; 1995.
Sitthan VK, Abdallah MS, Nallappan M, Choi SH, Paik JH, Go R. Antioxidant and antibacterial activity of different solvent extracts of leaves and stem of Alyxia reinwardtii Blume. Malaysian Applied Biology. 2023; 52(6): 67-80.
Nugroho AE, Wijayanti A, Mutmainah M, Susilowati R, Rahmawati N. Gastroprotective Effect of Combination of Hot Water Extracts of Licorice (Glycyrrhiza glabra), Pulasari Stem Bark (Alyxia reinwardtii), and Sembung Leaf (Blumea balsamifera) Against Aspirin-Induced Gastric Ulcer Model Rats. J Evid Based Complementary Altern Med. 2016;21(4):NP77-NP84. doi:10.1177/2156587216637469.
Sundari, Dian, Budi N., Triyani S. Uji Daya Antibakteri Infus dan Ekstak Kulit Batang Pulosari (Alyxia Reinwardtii BL.) Secara In Vitro dan Uji Toksisitas (LD50) Ekstrak. Media LItbung Kesehatan. 2001. 9(2): 20-23.
Sangat-Roemantyo HM, Middleton DJ. Alyxia reinwardtii Blume. In: van Valkenburg JLCH, Bunyapraphatsara N, eds. Plant Resources of South-East Asia No 12(2): Medicinal and Poisonous Plants 2. PROSEA Foundation; 2001. Accessed April 12, 2026. https://prota4u.org/prosea.
