CHARCOAL
Charcoal1
Morfologi Charcoal
Partikel arang umumnya diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok geometris berdasarkan rasio panjang banding lebar. Bentuk memanjang (elongated) biasanya berasal dari rumput-rumputan, alang-alang, atau batang dengan serat memanjang yang kuat. Bentuk persegi/ kotak memiliki dimensi seragam dengan tepi lurus; sering kali menunjukkan biomassa kayu atau batang tanaman tua yang memiliki bidang retak rapuh. Bentuk tidak beraturan (Irregular) sering kali dengan tepi bergerigi atau bercabang; biasanya dikaitkan dengan jaringan daun.11
Kandungan Charcoal
Charcoal utamanya terdiri dari karbon, dengan unsur-unsur tambahan seperti oksigen, kalsium, alumunium, silicon, dan magnesium.2
Khasiat Charcoal
1. Menetralkan pH tubuh
Sebagian besar charcoal memiliki nilai pH netral cenderung basa.3 Ketika charcoal direndam dalam larutan, ia dapat melepaskan ion ion basa ke dalam larutan dan menyebabkan peningkatan pH. Pada salah satu penelitian menunjukkan bahwa charcoal dapat meningkatkan pH air asam dari 4,5 menjadi sekitar 7,7 yang disimpulkan dapat menetralkan keasaman.4
Toksin apabila menumpuk dapat membuat kadar asam dalam tubuh meningkat. Tubuh rentan sakit/ mengalami gangguan kesehatan, serta dapat mempercepat proses penuaan. Salah satu contohnya kadar pH asam dapat meningkatkan risiko infeksi SARS-CoV-2 dengan meningkatkan regulasi reseptor ACE2, yang sangat penting untuk masuknya virus ke dalam sel. Sebaliknya, mempertahankan lingkungan basa berpotensi mengurangi risiko ini dengan mengurangi ekspresi ACE2, sehingga membatasi kemampuan virus untuk menginfeksi cell host.5
Studi Literatur:
304 wanita pascamenopause menemukan bahwa konsumsi air alkali secara teratur selama 2 bulan dikaitkan dengan tingkat sindrom metabolik (MetS) yang lebih rendah. Hasil penelitian menunjukkan parameter risiko sindrom metabolik memiliki hasil yang lebih rendah (glukosa plasma puasa, TG/HDL, tekanan darah diastolik, lingkar pinggang), durasi tidur yang lebih lama, dan kekuatan genggaman tangan yang lebih kuat.6
2. Menyerap toxin dalam pencernaan
Arang aktif memiliki luas permukaan yang besar, menjadikannya adsorben yang efektif. Permukaan adsorptif arang aktif terdiri dari berbagai gugus kimia, termasuk gugus karbonil dan hidroksil yang menyerap bahan xenobiotik dengan afinitas yang bervariasi. Arang aktif yang diberikan secara oral tidak diserap ke dalam aliran darah, sebaliknya bekerja secara lokal di dalam saluran gastrointestinal. Setelah diberikan, arang akan mengikat racun dan memfasilitasi ekskresinya melalui feses.7
Mekanisme adsorpsi arang aktif.8
3. Alergi
Charcoal dapat membantu menangani alergi akibat obat maupun makanan dengan cara menyerap alergen di pencernaan sebelum lebih banyak diserap tubuh, dan mengurangi jumlah pemicu alergi yang masuk ke darah.10
Studi kasus:
Subjek: 4 pasien dewasa usia 22–40 tahun yang mengalami reaksi alergi anafilaksis akibat konsumsi obat/ makanan (gejala meliputi gatal, ruam, sesak, tekanan darah turun, dan pembengkakan)
Dosis: subjek terlebih dahulu mendapat terapi standar anafilaksis, dilanjutkan pemberian activated charcoal1g/kgBB
Durasi: 1 x pemberian (waktu pemberian sekitar 15–45 menit setelah datang ke IGD)
Hasil: Pada keempat pasien tidak terjadi perburukan, tidak ada efek samping pemberian charcoal, tidak muncul reaksi alergi berulang, dan tidak terjadi anafilaksis berkepanjangan. Semua pasien pulang setelah dirawat 48–72 jam.10
Keamanan
Dari hasil studi literatur yang dilakukan, bahan charcoal sebagai suplemen tubuh relatif aman tanpa menimbulkan efek samping berat yang dilaporkan dengan administrasi sesuai dosis terapi. Efek samping yang umum dialami adalah muntah, sembelit, diare, dan mual.9
Kata kunci:Charcoal; Arang; Menetralkan pH tubuh; Detox toxin; Mengeluarkan racun; Meredakan reaksi alergi
Daftar Pustaka
1. Gambar: Vecteezy.com
2. Oberoi AS. Reversible Electrochemical Storage of Hydrogen in Activated Carbons from Victorian Brown Coal and Other Precursors. RMIT University. 2015; 10. doi: 13140/RG.2.2.32654.15686.
3. Kwon SM, et al. Change of Heating Value, pH and FT-IR Spectra of Charcoal at Different Carbonization Temperatures. Journal Korean Wood Sci & Tech. 2013; 41(5): 440 – 446.
4. Lensoni L, Karma T, Wilianda I. The effect of bamboo charcoal on pH and hardware in dailed well water. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA. 2023; 9(3): 1129-34. doi: 10.29303/jppipa.v9i3.3350.
5. Jimenez L, Campos Codo A, Sampaio VD, et al. Victor Virgilio-da-Silva J, Borba MG, Fabiano de Souza G, Zini N. Acid pH increases SARS-CoV-2 infection and the risk of death by COVID-19. Frontiers in Medicine. 2021; 8:637885. doi:10.3389/fmed.2021.637885.
6. Chan YM, Shariff ZM, Chin YS, Ghazali SS, Lee PY, Chan KS. Associations of alkaline water with metabolic risks, sleep quality, muscle strength: A cross-sectional study among postmenopausal women. PLoS One. 2022; 17(10): e0275640. doi:10.1371/journal.pone.0275640.
7. Hassen JH & Abdulkadir HK. Recent developments in the use of activated charcoal in medicine. Journal of Medical Science, 2022; 91(2) e647. Accessed December 19, 2024. https://doi.org/10.20883/medical.e647.
8. Lahouti, Shahriar. Critical Poisoning: A General Approach To Management Of Intoxication In Adults. Published September 2024. Accessed November 2024. https://recapem.com/critical-poisoning-a-general-approach-to-management-of-intoxication-in-adults/#google_vignette.
9. Zellner T, Prasa D, Färber E, Hoffmann-Walbeck P, Genser D, Eyer F. The Use of Activated Charcoal to Treat Intoxications. Dtsch Arztebl Int. 2019;116(18):311-317. doi:10.3238/arztebl.2019.0311.
10. Duyan M, Vural N. The Utilization of Activated Charcoal in the Management of Anaphylaxis: A Case Series. Cureus. 2022;14(11):e31949. doi:10.7759/cureus.31949
11. Feurdean A, Vachula RS, Hanganu D, Stobbe A, Gumnior M. Charcoal morphologies and morphometrics of a Eurasian grass-dominated system for robust interpretation of past fuel and fire type. Biogeosciences. 2023;20(24): 5069-85.