
Kumis Kucing1
Orthosiphon aristatus atau Orthosiphon stamineus (Kumis kucing), dikenal juga sebagai Java tea adalah tanaman obat yang cukup populer di Indonesia. Daun tanaman ini telah digunakan secara turun-temurun untuk mengatasi berbagai keluhan saluran kemih, diabetes melitus, dan hipertensi.2
Morfologi Kumis Kucing
Tumbuhan Kumis Kucing merupakan tanaman tegak yang dapat tumbuh hingga 2 m. Daunnya berbentuk bulat telur memanjang hingga agak belah ketupat, dengan ukuran panjang 1–10 cm dan lebar 7,5 mm–5 cm. Urat daun di bagian tepi bisa berambut halus atau gundul, permukaan daun berbintik-bintik, dan tangkai daun memiliki panjang sekitar 3 cm. Bunganya berbentuk seperti bibir (labiat), dengan mahkota berwarna ungu pucat atau putih. Bagian atas bunga memiliki rambut halus seperti “kumis kucing”, dengan benang sari lebih panjang dari tabung bunga dan keluar melebihi bibir atas bunga.5
Kandungan Kumis Kucing
Kumis kucing diketahui mengandung senyawa aktif golongan glikosida ortosifonin dan flavonoid seperti sinensetin, eupatorin, dan rosmarinic acid yang berkontribusi menghasilkan khasiat antihipertensi dan antidiabetes.3,5
Khasiat Kumis Kucing
Berdasarkan studi literatur, terdapat beberapa studi efikasi Kumis Kucing diantaranya untuk:
- Anti Hipertensi
Ekstrak Kumis kucing menunjukkan efek relaksasi pembuluh darah sehingga membantu menurunkan tekanan darah.3 Selain itu, Kumis kucing juga dikenal memiliki efek diuretik (peluruh kencing) melalui penghambatan reabsorbsi kembali air, dan mineral di tubulus ginjal. Efek ini menyebabkan ekskresi urin meningkat, sehingga mengurangi volume plasma, dan berdampak terhadap penurunan tekanan darah.4
Studi Literatur:
- Subjek: 24 orang hipertensi
- Dosis penelitian: Air rebusan daun Orthosiphon stamineus 200 ml/hari
- Durasi: 7 hari
- Hasil: Penurunan tekanan darah signifikan pada kelompok perlakuan sebesar 2,29 ± 1,12 mmHg, dibanding kelompok kontrol. 3
- Antidiabetes
Komponen bioaktif pada Kumis kucing dapat membantu menghambat enzim α-glukosidase di usus. Enzim ini berperan dalam pencernaan karbohidrat agar dapat diserap tubuh. Artinya, ketika terdapat asupan makanan karbohidrat, konversi menjadi gula darah bisa diperlambat sehingga lonjakan gula setelah makan bisa dikurangi.6
Studi Literatur:
Uji antihiperglikemik ekstrak air daun kering Kumis kucing dosis 1 g/kgBB yang diberikan secara oral pada tikus normal, tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin dan
tikus normal yang dibebani glukosa 5 g/kgBB menunjukkan penurunan glukosa darah secara bermakna jika dibandingkan kelompok kontrol.2
Keamanan
Kumis kucing tergolong aman digunakan sebagai obat tradisional. Uji toksisitas pada tikus, ekstrak daun Kumis kucing aman dikonsumsi hingga 3500 mg/hari dan toksisitas kronis sampai dengan 6000 mg/kg BB tikus putih pemberian selama 3 bulan tidak menunjukkan kelainan pada organ penting.5
Kata kunci: Kumis kucing; Orthosiphon aristatus; Glikosida ortosifonin; Diuretik; Peluruh Kencing; Anti Hipertensi; Antidiabetes.
Informasi Produk
Sido Muncul Natural SM-Diabe

Kemasan: Botol @ 30 vegetable capsules
Kandungan ekstrak: Phyllanthus niruri Herba (Meniran) 50 mg, Morus alba Folium (daun Murbei) 100 mg, Orthosiphon aristatus Folium (Kumis kucing) 50 mg, Andrographis paniculata Herba (Sambiloto) 200 mg, Eugenia polyantha Folium (daun Salam) 100 mg, Ganoderma lucidum (jamur Lingzhi) 100 mg
Indikasi: Secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan gejala kencing manis
Aturan pakai: 3 x 1 kapsul sehari atau sesuai petunjuk dokter
No. Reg: TR 092304381
Peringatan:
- Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui
- Hanya untuk penderita kencing manis yang ditetapkan oleh dokter
- Selama penggunaan konsultasikan pada dokter secara berkala
Sido Muncul Natural Libidione

Kemasan: Botol @ 30 vegetable capsules
Kandungan Ekstrak:
- Campuran ekstrak 431 mg setara dengan 2.2 g bahan kering, terdiri dari :
Eurycoma longifolia Radix (Pasak Bumi) 20%, Pimpinella pruatjan Radix (Purwoceng) 15%, Zingiber officinale Rhizoma (Jahe) 15%, Kaempferia galanga Rhizoma (Kencur) 5%, Zingiber aromatica Rhizoma (Lempuyang), Phyllanthus niruri Herba (Meniran), Orthosiphon aristatus Folium (Kumis Kucing), Piperis nigri Fructus (Merica hitam), Piper retrofractum Fructus (Cabai Jawa), Myristica fragrans Semen (Biji Pala), Rheum officinale Radix (Kelembak), Languas galanga Rhizoma (Lengkuas), Alyxia reinwardtii Cortex (Pulosari), Piper cubeba Fructus (Kemukus), Imperata cylindrica Rhizoma (Alang-alang), Elephantopus scaber Folium (Tapak Liman), Foeniculum vulgare Fructus (Adas)
- 100 mg Tribulus terrestris Folium Extract
- 40 mg Panax ginseng Herba Extract
- 40 mg Ginkgo biloba Folium Extract
Indikasi: Membantu memelihara stamina pria dan secara tradisional digunakan untuk membantu sirkulasi darah
Aturan pakai: 2-3x sehari @1 kapsul atau sesuai petunjuk dokter
No. Reg: TR 102 310 881
Peringatan:
- Karena mengandung ginseng :
- Hati-hati pada penderita hipertensi dan diabetes
- Karena mengandung ginkgo biloba:
- Sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang hipersensitif Ginkgo biloba
- Tidak dianjurkan digunakan lebih dari 4 minggu
- Hindari penggunaan pada anak-anak dibawah usia 12 tahun, wanita hamil atau menyusui
- Hindari penggunaan bersama pengencer darah seperti warfarin, heparin, dan aspirin
- Hentikan pemakaian 2 minggu sebelum operasi karena meningkatkan resiko perdarahan
- Konsultasikan pada dokter jika digunakan dengan obat lain
Sido Muncul Natural Kidnera

Kemasan: Botol @ 30 capsules
Kandungan ekstrak:
- 800 mg Ekstrak campuran setara dengan 3,75 g bahan kering, terdiri dari: Sonchus arvensis Folium (Tempuyung) 1,25 g, Orthosiphon aristatus Folium (Kumis Kucing) 2,5 g
- 19 g Ekstrak Phyllanthus niruri Folium (Meniran) (setara dengan 125 mg bahan kering))
- 82 mg Ekstrak Imperata cylindrica Rhizoma (Alang-alang) (setara dengan 428 bahan kering)
Indikasi: Secara tradisional digunakan untuk membantu meluruhkan batu urin di ginjal dan saluran kemih
Aturan pakai: 2 x sehari 2 kapsul sehari atau sesuai petunjuk dokter
No. Reg: TR 253044751
Peringatan:
- Bila tidak ada perbaikan gejala segera hubungi dokter
- Penggunaan disertai minum air putih minimal 2 liter/ hari
- Hindari penggunaan secara terus meneru
Daftar Pustaka
- Gambar: shutterstock.com
- Badan Pengawas Obat dan Makanan. Acuan Sediaan Herbal. Volume 6 Edisi I. Badan POM; 2011.
- Maulina, Devi. Efektivitas Orthosiphon stamineus sebagai terapi komplementer hipertensi: Tinjauan sistematik. Indonesian Journal of Health Science. 2025; 5: 536-546.
- Adam Y, Somchit MN, Sulaiman MR, et al. Diuretic properties of Orthosiphon stamineus Benth. J Ethnopharmacol. 2009;124(1):154-158. doi:10.1016/j.jep.2009.04.014.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Kementerian Kesehatan RI; 2016.
- Sari IW, Junaidin J, Pratiwi D. Studi molecular docking senyawa flavonoid herba Kumis kucing (Orthosiphon stamineus B.) pada reseptor α-glukosidase sebagai antidiabetes tipe 2. Jurnal Farmagazine. 2020; 7(2): 54-60.