
Ketumbar1
Coriandrum sativum (Ketumbar) merupakan tumbuhan yang umum ditanam di Ladang/ pekarangan rumah dan sering dimanfaatkan dalam bumbu dapur. Ketumbar berasal dari daerah Laut Tengah dan Asia Tengah. Banyak dibudidayakan di wilayah Jawa, Sumatra, dan kepulauan lain di daerah pegunungan. Bagian yang umumnya digunakan untuk obat tradisional adalah buahnya yang telah matang dan dikeringkan.2 Dalam penggunaan tradisional, buah ketumbar bermanfaat membantu mengurangi kembung, melancarkan buang air kecil, meningkatkan nafsu makan dan pencernaan, melancarkan haid, serta dapat memberi efek menyegarkan dan meningkatkan gairah.9
Morfologi Ketumbar
Buah ketumbar berwarna kuning kecoklatan atau coklat keunguan, perikarpium/ dinding buah saling berlekatan pada tepi sehingga buah berbentuk bulat, pada ujung buah terdapat lima sisa daun kelopak kecil dan satu sisa putik pendek, pada permukaan tiap perikarpium terdapat empat rusuk sekunder yang membujur, menonjol dan lurus, di antara rusuk tersebut terdapat 5 rusuk primer yang membujur, berkelok-kelok dan kurang menonjol.3
Kandungan Ketumbar
Buah Ketumbar mengandung setidaknya 0,3% minyak atsiri yang terdiri dari komponen utama yaitu Linalool/ Coriandrol (60-75%), ditambah kandungan lain seperti borneol, camphor, geraniol, limonene, dan cymene.3,4 Selain berkontribusi terhadap aroma khas dari Ketumbar, Koriandrol juga memiliki efek farmakologi untuk kondisi kesehatan tertentu.
Khasiat Ketumbar
Berdasarkan studi literatur, terdapat beberapa studi efikasi Ketumbar diantaranya untuk:
Meredakan nyeri migraine
Subjek: 68 orang dewasa dengan migraine.
Durasi: 4 minggu
Dosis: Sirup ekstrak buah Ketumbar 15 mL (Setiap 5 mL sirup mengandung 100 mg ekstrak), 3× sehari ditambah 500 mg sodium valproate per hari; dibandingkan dengan kelompok kontrol (sirup tanpa ketumbar) + sodium valproate.
Hasi: Sirup Ketumbar signifikan mengurangi durasi, keparahan, dan frekuensi serangan migrain dibanding kelompok kontrol. dan frekuensi serangan migrain sekitar 50% lebih rendah dibanding kontrol.5
Pencernaan
Berdasarkan studi in vivo pada tikus, ekstrak hidroalkohol Ketumbar pada dosis 250, 500, dan 1.000 mg/kg BB dan minyak esensialnya pada dosis 0,25, 0,5, dan 1 mL/kg BB menyembuhkan kolitis akut (peradangan pada lapisan usus besar yang ditandai dengan diare hebat, nyeri perut) yang diinduksi asam asetat pada tikus. Selain itu, pengobatan dengan 100 dan 150 mg/kgBB ekstrak hidroalkohol Ketumbar meningkatkan nafsu makan pada tikus.6Anti kolesterol
Subjek: 30 pasien lanjut usia yang mengalami hiperkolesterol diberikan ekstrak Ketumbar (dosis tidak disebutkan)
Durasi: 14 hari
Hasil: Terdapat penurunan kolesterol total yang signifikan setelah konsumsi ekstrak Ketumbar dibandingkan kelompok kontrol.7
Keamanan
Ketumbar sebagai flavoring makanan dan adjuvan ditetapkan Generally Recognized As Safe (GRAS) oleh FDA. Dari literatur studi klinis, tidak dilaporkan efek samping signifikan yang ditimbulkan dengan pemberian Ketumbar sesuai dosis terapi.5,7
Ekstrak etanol 50% buah Ketumbar dosis 10 g/kgBB yang diberikan secara oral atau subkutan, tidak menunjukan efek toksik pada tikus.8
Kata kunci: Coriandrum sativum; Ketumbar; Coriandrol; Migrain; Antikolesterol; Nafsu Makan; Melancarkan Kencing; Sakit Kepala; Pusing; Migrain; Pereda Nyeri; Lemak darah; Kolestrol
Daftar Pustaka
Gamber: vecteezy.com
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Vademekum Tanaman Obat Jilid 3. Kementerian Kesehatan RI; 2012.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Kementerian Kesehatan RI; 2017.
Heber, D, Joerg G, Thomas B, Christof J. Physicians Desk Reference (PDR) for Herbal Medicines. 4th edition. Thomson Healthcare; 2007. ISBN 1-56363-678-6.
Delavar Kasmaei H, Ghorbanifar Z, Zayeri F, et al. Effects of Coriandrum sativum Syrup on Migraine: A Randomized, Triple-Blind, Placebo-Controlled Trial. Iran Red Crescent Med J. 2016;18(1):e20759. doi:10.5812/ircmj.20759.
Akbar A. Therapeutic effects of Coriandrum sativum extracts: A review. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine. 2024; 14(5): 181-186.
Setyowati A, Ulya NM. The Effectiveness of Coriander Seed Extract (Coriandrum Sativum) on Lowering Cholesterol Levels in Elderly Patients with Hypercholesterolemia. Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya. 2021; 9(3): 49-53.
Badan Pengawas Obat dan Makanan. Acuan Sediaan Herbal. Volume 3 Edisi 1. Badan POM; 2007.
Diederichsen A, Rugayah. Coriandrum sativum L. In: de Guzman CC, Siemonsma JS, eds. Plant Resources of South-East Asia No. 13: Spices. PROSEA Foundation; 1999. Accessed April 11, 2026. http://prota4u.org/prosea.

