
Kayu Manis1
Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) yang banyak ditemukan di wilayah Indonesia utamanya Sumatera dan Jawa. Varian C. burmanni, dicirikan oleh daun mudanya yang berwarna merah, tumbuh subur di dataran tinggi Gunung Kerinci di Sumatera, sehingga mendapat julukan "Kayu Manis Korintje" Penggunaan Kayu Manis di masyarakat biasanya dengan mengolah kulit kayu menjadi rebusan dengan berbagai manfaat kesehatan salah satunya yaitu antidiabetes.2
Morfologi Kayu Manis
Pohon Kayu Manis dapat mencapai tinggi 10-15 m, berkayu, tegak, bercabang, berwarna hijau kecoklatan. Kulit kayu halus berwarna coklat keabu-abuan hingga kemerahan. Daun tunggal, lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 4-14 cm, lebar 1-6 cm. Warna pucuknya kemerahan, sedangkan daun tuanya hijau tua. Bunga berkelamin dua, warna kuning, ukurannya kecil. Buah buni, berbiji satu dan berdaging, bentuk bulat memanjang, buah muda berwarna hijau tua dan buah tua berwarna ungu tua.3
Kandungan Kayu Manis
Kulit Kayu Manis mengandung minyak atsiri sampai minimal 0,4 - 4% dengan kandungan utama cinnamaldehyde. Komponen lain berupa cinnamyl acetate, eugenol, linalool, cineol, asam sinamat, dan asam fenolat.3
Khasiat Kayu Manis
Dalam bidang obat tradisional, sebagian besar penggunaan Kayu Manis berfokus pada pengobatan nyeri otot, gangguan pencernaan, dan anti diabetes
Anti Diabetes
Subjek: 30 orang usia 20-53 non diabetes yang mengkonsumsi glukosa 75 g per 200 ml air
Dosis: Teh Kayu Manis (6 g Kayu Manis per 100 ml)
Durasi: dilakukan pengukuran gula darah hingga 2 jam pasca konsumsi glukosa dan teh Kayu Manis
Hasil: Konsumsi teh Kayu Manis dapat membantu menurunkan kenaikan gula darah setelah makan. Teh Kayu Manis juga membuat gula darah setelah makan menjadi lebih rendah dan lebih stabil dibanding plasebo.4
Masalah Pencernaan
Berdasarkan studi literatur in vivo pada tikus, ekstrak kulit Kayu Manis dengan dosis 20-50 kgBB dapat memberikan efek gastroprotective (perlindungan terhadap lambung). Pada 2 studi yang dilakukan, ekstrak Kayu Manis dapat menghambat terjadinya luka dan mengurangi keparahan luka di pencernaan (ulcer).2Meredakan nyeri sendi
Subjek: 36 wanita dengan Rheumatoid arthritis/radang sendi
Dosis: 1 sdt bubuk Kayu Manis + 2 sdm madu, 2x sehari dikombinasi latihan kekuatan tangan
Durasi: 8 minggu
Hasil: Konsumsi suplemen Kayu Manis plus madu, disertai latihan kekuatan tangan membantu mempercepat pemulihan penyakit dan mengurangi peradangan pada pergelangan tangan. Setelah 8 minggu, terjadi penurunan zat pemicu peradangan.5
Selain dikonsumsi, Kayu Manis juga banyak dimanfaatkan secara topikal untuk meredakan nyeri atau peradangan. Penggunaannya dapat dalam bentuk krim maupun larutan rebusan yang dikompres pada area yang sakit. Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa studi klinis dan diperoleh hasil yang baik.5
Keamanan
Kayu Manis masuk ke dalam Formularium Obat Herbal Asli Indonesia (Permenkes No 6 tahun 2016) dengan indikasi Diabetes Melitus. US FDA menggolongkan Generally Recognized as Safe (GRAS) dengan status sebagai bahan tambahan pangan. LD50 minyak Kayu Manis 4,16 g/kg BB.3
Kata kunci: Cinnamomum burmannii; Kayu Manis; Cinnamaldehyde; Antidiabetes; Masalah Pencernaan; Nyeri Sendi
Daftar Pustaka
Gambar: vecteezy.com
Handayani A, Lailaty IQ, Rosyidah AL, Sari DR, Yunarto N, Suherman D. Indonesian Cinnamon (Cinnamomum burmanni (Nees & T. Nees) Blume) as Promising Medicinal Resources: A Review. Jurnal Sylva Lestari. 2024; 12: 610-633.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Kementerian Kesehatan RI; 2016.
Bernardo MA, Silva ML, Santos E, et al. Effect of Cinnamon Tea on Postprandial Glucose Concentration. J Diabetes Res. 2015;2015:913651.
Muhammad S. Effectiveness of Cinnamon (Cinnamomum Burmani) in Reducing Pain Scale of Gouty Arthritis: Literature Review. Quantum Journal of Medical and Health Sciences. 2025; 4: 1-14.
Daftar Pustaka
Gambar: Farmakope Herbal Indonesia Edisi II 2017
Wirawati KT, Ompusunggu GB, Wardani L, Yanti KR. The pharmacological potential of sappan wood (Caesalpinia sappan L.): A review of recent evidence. Pharmacy Reports. 2023; 3(86).
Fitriyanti F, Susetyowati, Wahyuningsih MSH. Pemberian minuman secang (Caesalpinia sappan l.) terhadap kadar malondialdehid plasma dan kebugaran jasmani pada pegawai penderita prehipertensi. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2020; 16(3): 94-105
Sarjono AK, Tukiran. Review: Potensi Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Sebagai Antidiabetes Melitus. Unesa Journal of Chemistry. 2021; 10(3): 307-317.
Utomo BI. Caesalpinia sappan L. In: van Valkenburg JLCH, Bunyapraphatsara N, eds. Plant Resources of South-East Asia No. 12(2): Medicinal and Poisonous Plants 2. Bogor, Indonesia: PROSEA Foundation; 2001. Accessed April 11, 2026. http://prota4u.org/prosea.


