
Rimpang jahe10
Zingiber officinale (Jahe) berasal dari India dan menyebar sampai ke Eropa oleh pedagang arab sebagai tanaman rempah. Di Asia, rimpang Jahe sudah sejak dahulu dimanfaatkan sebagai obat herbal. Secara tradisional, jahe dimanfaatkan untuk mengatasi masalah pencernaan, pilek, flu, nyeri, dan sakit kepala.1 Di Indonesia, Jahe memiliki 3 varietas yang sering dibudidayakan yaitu Jahe Gajah, Jahe Emprit, dan Jahe Merah.
Morfologi Rimpang Jahe
Rimpang agak pipih, bagian ujung bercabang, cabang pendek pipih, bentuk bulat telur terbalik, pada setiap ujung cabang terdapat parut melekuk ke dalam. Potongan bagian luar berwarna coklat kekuningan, beralur memanjang, kadang ada serat bebas.8
Kandungan Jahe
Rimpang Jahe mengandung komponen aktif berkhasiat yaitu golongan minyak volatil (1–3%) dengan senyawa utama Zingiberene, dan golongan Oleoresin (4–7.5%) dengan senyawa utama gingerol, dan shogaols.1 Shogaol terbentuk dari gingerol ketika jahe dikeringkan atau dipanaskan, berkontribusi pada rasa pedas dan potensi obat.3
Jahe Merah mengandung gingerol dan shogaol yang lebih tinggi dibanding varian jahe lain. Kedua senyawa ini memberikan rasa pedas dan manfaat kesehatan.4 Jahe berkhasiat meredakan berbagai masalah seperti meredakan nyeri, pusing, dan masalah pencernaan seperti mual, muntah, dispepsia.2
Khasiat Jahe
Kesehatan Pencernaan
Jahe dipercaya bermanfaat untuk berbagai gangguan pencernaan meliputi mual, gas, kembung, dan kram. Jahe mempercepat laju pengosongan lambung dan membantu penyerapan nutrisi dari saluran pencernaan. Efek anti mual Jahe berasal dari regulasi terhadap pencernaan seperti merangsang aliran saliva, dan empedu.1Studi literatur:
Subjek: 52 pasien RRMS (Relapsing Remitting Multiple Sclerosis) usia 18-50 tahun
Dosis penelitian: Ekstrak Jahe 3 x 500 mg per hari
Durasi: 12 minggu
Hasil: Konsumsi Jahe dapat memperbaiki konstipasi, mual, kembung, dan nyeri perut pada subjek penelitian
Anti Radang, Nyeri, dan Pegal Linu
Pegal linu & nyeri sendi umumnya adalah manifestasi akibat adanya peradangan/ inflamasi dalam tubuh. Senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol dalam Jahe membantu mengurangi peradangan dengan menekan jalur dan mediator pemicu peradangan di tubuh. Mekanisme ini menurunkan inflamasi serta sinyal nyeri, sehingga dapat meredakan nyeri sendi, dan kekakuan.5Mekanisme kerja jahe untuk kondisi osteoarthritis/peradangan sendi.9

Studi literatur:
Terdapat sistematik review meliputi 7 studi yang meneliti efek Jahe terhadap nyeri, sebagai berikut:
Subjek: 481 responden usia 19-75 tahun dengan riwayat penyakit nyeri lutut, rheumatoid arthritis, osteoarthritis, nyeri haid, dan nyeri neuropati diabetes
Dosis penelitian: 1-2 g/hari bubuk Jahe atau 30 & 500 mg/hari ekstrak Jahe
Durasi: 6-12 minggu
Hasil: Jahe memiliki efek signifikan terhadap penurunan gejala sakit/ nyeri berbagai kondisi seperti arthritis/ peradangan sendi, nyeri haid & neuropati diabetes.5
Memelihara daya tahan tubuh
Jahe berpotensi sebagai imunomodulator alami yaitu dapat meregulasi kerja sistem kekebalan tubuh melalui sifat antioksidan dan anti-inflamasi, atau melalui efeknya untuk menyeimbangkan komponen respon imun tubuh bawaan dan adaptif. Senyawa aktif dalam Jahe memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi yang melindungi sel dari kerusakan serta mengurangi peradangan.6Studi literatur:
Subjek: 22 pasien rawat inap Covid-19
Dosis penelitian: Ekstrak Jahe 500 mg/hari dan Propolis 1.000 mg/hari
Durasi: 3 bulan
Hasil: Konsumsi ekstrak Jahe plus propolis dapat meringankan gejala klinis penyakit Covid-19, terutama dalam peningkatan saturasi oksigen. Selain itu, ekstrak Jahe dan propolis dapat mengembalikan parameter limfosit dan trombosit darah ke fungsi normal. Limfosit (sel darah putih) berperan dalam sistem imun dimana apabila kadarnya terlalu tinggi/ rendah dapat memicu timbulnya berbagai penyakit.7
Nyeri migrain
Aktivitas anti radang dari jahe juga dapat membantu meredakan sakit kepala dan migrain.11Subjek: 60 pasien migrain episodik
Dosis: 400 mg ekstrak jahe (5% gingerol) dikombinasikan dengan ketoprofen 100 mg (intravena) ketika terjadi serangan
Durasi: akut (dievaluasi sampai 2 jam)
Hasil: Kombinasi jahe dan obat antiinflamasi nonsteroid dapat berkontribusi pada pengobatan serangan migrain. Pasien yang mengkonsumsi jahe menunjukkan respons klinis yang jauh lebih baik sejak 1 jam pemberian, dibandingkan plasebo. Pemberian jahe meningkatkan pengurangan nyeri dan perbaikan status fungsional pada pasien migrain.11
Keamanan
Jahe masuk ke dalam Formularium Obat Herbal Asli Indonesia (Permenkes No 6 tahun 2016) dengan indikasi Antiemetik (anti mual muntah), Gastritis (radang pencernaan), dan Artritis (radang sendi). Jahe merupakan herbal yang tergolong aman dan tidak menimbulkan efek teratogenik pada ibu hamil, namun penggunaan jumlah besar (lebih dari 6 g serbuk Jahe kering) dapat memicu iritasi lambung, hindari konsumsi dosis besar saat perut kosong.8
Kata kunci: Jahe; Zingiber officinale; Gingerol; Shogaol; Anti Peradangan; Anti Nyeri; Pencernaan; Anti Mual; Batuk Pilek; Migrain
Daftar Pustaka
Chevallier A. Encyclopedia of Herbal Medicine. 3rd ed. DK Publishing; 2016. ISBN: 978-1-4654-4981-8.
Heber, D, Joerg G, Thomas B, Christof J. Physicians Desk Reference (PDR) for Herbal Medicines. 4th edition. Thomson Healthcare; 2007. ISBN 1-56363-678-6.
Ghasemzadeh A, Jaafar HZE, Baghdadi A, Tayebi-Meigooni A. Formation of 6-, 8- and 10-Shogaol in Ginger through Application of Different Drying Methods: Altered Antioxidant and Antimicrobial Activity. Molecules. 2018;23(7):1646. doi:10.3390/molecules23071646
Zhang S, Kou X, Zhao H, Mak KK, Balijepalli MK, Pichika MR. Zingiber officinale var. rubrum: Red Ginger's Medicinal Uses. Molecules. 2022;27(3):775. doi:10.3390/molecules27030775.
Terry R, et al. The use of ginger (Zingiber officinale) for the treatment of pain: a systematic review of clinical trials. Pain Med. 2011; 12(12): 1808-1818. doi:10.1111/j.1526-4637.2011.01261.x.
Ayustaningwarno F, Anjani G, Ayu AM, Fogliano V. A critical review of Ginger’s (Zingiber officinale) antioxidant, anti-inflammatory, and immunomodulatory activities. Front Nutr. 2024; 11:1364836. doi: 10.3389/fnut.2024.1364836.
Yudhani RD, Suselo YH, Rahayu D, Aphridasari J. The Effects of Zingiber Officinale and Propolis Supplementation on Hospitalized Covid-19 Patients' Oxygen Saturation and Hematology Profiles. Indonesian Journal of Pharmacy. 2023; 34(3): 499–509.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Kementerian Kesehatan RI; 2016.
Szymczak J, Grygiel-Górniak B, Cielecka-Piontek J. Zingiber Officinale Roscoe: The Antiarthritic Potential of a Popular Spice—Preclinical and Clinical Evidence. Nutrients. 2024; 16(5):741.
Gambar: shutterstock.com
Martins LB, Rodrigues AMDS, Rodrigues DF, Dos Santos LC, Teixeira AL, Ferreira AVM. Double-blind placebo-controlled randomized clinical trial of ginger (Zingiber officinale Rosc.) addition in migraine acute treatment. Cephalalgia. 2019; 39(1): 68-76. doi:10.1177/0333102418776016.







