
Daun Tempuyung1
Sonchus arvensis atau daun Tempuyung adalah tanaman semak yang banyak ditemukan tumbuh liar di Indonesia. Tanaman ini biasanya dikonsumsi sebagai sayur mentah sebagai sumber protein, vitamin, dan mineral. Selain itu, secara turun temurun konsumsi Tempuyung terutama bagian daunnya dipercaya efektif dalam mengatasi masalah kesehatan seperti asam urat dan batu ginjal.2
Morfologi Daun Tempuyung
Tempuyung adalah tanaman semak dengan tinggi mencapai 2 meter. Daunnya tunggal, berbentuk tombak hingga lonjong, berwarna hijau muda, dengan rasa pahit. Daun muda sering dimanfaatkan sebagai sayuran atau lalapan. Daun bagian bawah tumbuh roset di pangkal, sedangkan daun yang lebih atas lebih kecil dan memeluk batang.3
Kandungan Daun Tempuyung
Daun Tempuyung mengandung senyawa Flavonoid (luteolin, apigenin, dan quercetin), Alkaloid, Glikosida, alfa-laktoserol, mannitol, inositol, kalium, dan taraksasterol.3,5
Khasiat Daun Tempuyung
Flavonoid dalam daun Tempuyung berperan mengurangi peradangan pada sendi akibat penumpukan kristal asam urat. Flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin bekerja dengan menekan zat pemicu kerusakan dan radang (radikal bebas) di area sendi.2,4 Kandungan flavonoid, taraksasterol, inositol, dan kalium juga dapat membantu meluruhkan dan mencegah pembentukan batu ginjal dengan mekanisme ekskresi mineral dan meningkatkan produksi urin.5,6 Terdapat penelitian daun Tempuyung secara in vivo (pada hewan uji) dan in vitro diantaranya:
Asam urat/ GOUT
Subjek: Mencit putih jantan yang diinduksi hiperurisemia (kadar asam urat tinggi).
Dosis: Infusa (rebusan) daun Tempuyung 50, 100, dan 150 mg/kg BW secara oral.
Durasi: 14 hari (termasuk 7 hari induksi hiperurisemia).
Hasil: Semua dosis infusa daun Tempuyung menurunkan kadar asam urat secara signifikan dibanding kontrol; dosis 150 mg/kg menunjukkan penurunan maksimum (~26,5%).4
Batu ginjal
Terdapat studi skala laboratorium secara in vitro terhadap daun Tempuyung dan batu ginjal. Sebanyak 32 batu staghorn dari pasien pasca bedah dengan komposisi urat, kalsium dan magnesium amonium fosfat diletakkan dalam infusa Tempuyung 10% dengan pH 4,5; 8,0; 7,0 dan 6,2 sebagai standar, selama 24 jam. Hasil: batu larut dan mengecil pada infusa Tempuyung pH 4,5 dan 6,2. Disimpulkan infusa Tempuyung dapat melarutkan batu ginjal dan dipengaruhi pH.3
Keamanan
Daun Tempuyung masuk dalam Formularium Obat Herbal Asli Indonesia dengan indikasi nefrolitiasis (Batu ginjal).3 Berdasarkan studi toksisitas oral akut pada tikus dan mencit, ekstrak etil asetat daun Tempuyung dikategorikan praktis tidak toksik. Pada toksisitas subkronis tidak ada efek samping serius setelah pemberian dosis tunggal hingga 1000 mg/kgBB tikus selama 90 hari.7
Kata kunci: Sonchus arvensis; Daun Tempuyung; Asam Urat; GOUT; Batu Ginjal; Memelihara Fungsi Ginjal; Kesehatan Ginjal
Daftar Pustaka
Gambar: shutterstock.com
Parisa N, Hidayat R, Maritska Z, Prananjaya BA. Evaluation of the anti-gout effect of Sonchus Arvensis on monosodium urate crystal-induced gout arthritis via anti-inflammatory action - an in vivo study. Med Pharm Rep. 2021;94(3): 358-365.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Kementerian Kesehatan RI; 2016.
Priliansi, E., Sarah PA., Ari W., Uji Aktivitas Antihiperurisemia Infusa Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) terhadap Mencit (Mus musculus) Jantan Galur Swiss Webster. Jurnal Farmasimed (JFM). 2025; 7(2): 264-273.
Harahap, Nina I. Skrining Dan Karakterisasi Simplisia Daun Tempuyung (Sonchus Arvensis. L). JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda). 2020; 3(2): 42-47.
Prosea Board of Trustees & Personel. PROSEA; Plant Resources of South East Asia. No 12(1). Backhuys Publishers; 1999. ISBN 90-5782-042-0
Nurianti YE, Hendriani RI, Sukandar EY, Anggadiredja KU. Acute and subchronic oral toxicity studies of ethyl acetate extract of sonchus arvensis L. leaves. Int J Pharm Pharm Sci; 2014: 6(5): 343-7.
