
Daun Cincau1
Daun Cincau hijau (Cyclea barbata) merupakan tanaman perdu merambat yang tersebar luas di daerah subtropis Asia, Amerika, dan Afrika timur. Di Indonesia Cincau hijau memiliki banyak sebutan seperti Camcau (Sunda), Lakkup-lakkup (Sumatera utara), dan Daluman (Bali). Daun Cincau hijau banyak dimanfaatkan sebagai minuman penyegar dan obat untuk mengatasi gangguan perut.2,7
Morfologi Daun Cincau Hijau
Daun berbentuk bulat telur hingga segitiga, cukup besar, dan bagian bawahnya berbulu. Tangkai daunnya berbulu kasar saat muda, kemudian menjadi lebih halus seiring bertambah tua.7
Kandungan Daun Cincau Hijau
Daun Cincau hijau mengandung golongan senyawa aktif seperti alkaloid (contoh senyawa: tetrandrine, limacine, homoaromoline, cycleapeltine), golongan flavonoid, dan tanin. Daun Cincau hijau juga mengandung pektin dan kaya akan serat larut air (polisakarida). Keunikan polisakarida yang diekstrak dari daun Cincau hijau adalah kemampuannya membentuk gel dengan cepat pada suhu ruang. Hal ini terjadi karena adanya enzim alami di daun yang membantu mengubah pektin sehingga bisa langsung mengental.2
Khasiat Daun Cincau Hijau
Secara tradisional, Cincau hijau berkhasiat untuk meredakan demam, dan mengatasi gangguan pencernaan.3 Telah terdapat studi pada manusia dan in vivo (hewan uji) yaitu:
Tekanan Darah
Dosis: Air rebusan Cincau 750 cc /hari sebelum makan
Subjek: 47 pasien hipertensi (TD> 140/90 mmHg)
Durasi: 7 hari
Hasil: Rata-rata tekanan darah subjek sebelum terapi air rebusan daun Cincau hijau adalah 171/104 mmHg. Setelah diberikan terapi, rata-rata tekanan darah menurun menjadi 125/84 mmHg. Artinya rebusan daun Cincau hijau dapat membantu menurunkan tekanan darah secara signifikan pada pasien hipertensi.4
Tabel hasil uji tekanan darah sebelum dan setelah pemberian air rebusan Daun Cincau Hijau4

Subjek: 45 ibu hamil dengan hipertensi ringan
Dosis: Cincau hijau 150 gram, atau kombinasi Timun dan Cincau hijau 550 gram perhari
Durasi: 14 hari
Hasil: Pemberian Cincau hijau dalam bentuk tunggal maupun kombinasi dengan timun efektif menurunkan tekanan darah ibu hamil dengan hipertensi ringan.5
Gastroprotektif (Melindungi Lambung)
Subjek: 25 Mencit yang diberi Aspirin untuk memicu iritasi lambung (BB: 20-30 gram).
Dosis: Infusa daun Cincau hijau 2.5–10 mg/kg BW secara oral (infusa menggunakan 50 gram daun Cincau hijau diekstrak dalam 300 ml air)
Durasi: 7 hari.
Hasil: Infusa (rebusan) Cincau menunjukkan perlindungan terhadap perkembangan ulkus/ luka pada lambung dibanding kontrol negatif. Pemberian infusa daun Cincau memiliki daya protektif terhadap tukak lambung yang setara dengan dosis antasida 20 mg/kg BW.6
Tabel perbandingan skor total ulcer lambung pada kelompok Daun Cincau, Antasida, dan Aquadest.6

Keamanan
Berdasarkan literatur studi klinis, penggunaan daun Cincau hijau sebagai obat tradisional relatif aman dan tidak dilaporkan adanya efek samping signifikan.4,5 Ekstrak etanol daun Cincau dengan dosis hingga 30.000 mg/kgBW mencit tidak menimbulkan efek toksik yang signifikan, sehingga dapat dinyatakan praktis tidak toksik.6
Kata kunci: Cyclea barbata; Cincau Hijau; Pektin; Anti Hipertensi; Melindungi Lambung; Tukak Lambung; Pelangsing; Anti Oksidan; Mengurangi Lemak Tubuh;
Daftar Pustaka
Gambar: www.nparks.gov.sg
Febrianto S, Praharsini FV, Annas ZF, Hanifa NI. Cyclea barbata L. Miers.: Penggunaan tradisional, fitokimia, dan aktivitas farmakologi. Sasambo Journal of Pharmacy. 2022; 3: 69-82.
Prosea Board of Trustees & Personel. PROSEA; Plant Resources of South East Asia. No 12(1). Backhuys Publishers; 1999. ISBN 90-5782-042-0
Patang NH, Widyandari NM, Wiradani NL. Pengaruh Rebusan Cincau Hijau terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Puskesmas II Denpasar Barat. PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan. 2025; 11(1): 137-145.
Rockmana MJ, Suwondo A, Sulistiyani S. Giving cucumber (cucumis sativus l) and green grass jelly (cyclea barbata myers) to blood pressure of pregnant women with hypertension. International Journal of Allied Medical Sciences and Clinical Research. 2019; 7(3): 796 - 807.
Siregar IM, Miladiyah I. Protective effects of Cyclea barbata Miers leaves against aspirin-induced gastric ulcer in mice. Universa Medicina. 2011; 30(2): 88-94.
Lemmens RHMJ, Horsten SFAJ. Cyclea barbata Miers. In: de Padua LS, Bunyapraphatsara N, Lemmens RHMJ, eds. Plant Resources of South-East Asia No. 12(1): Medicinal and Poisonous Plants 1. PROSEA Foundation; 1999. Accessed April 11, 2026.
http://prota4u.org/prosea.
