
Cengkeh1
Tanaman Cengkeh memiliki nama ilmiah Eugenia caryophyllata atau Syzygium aromaticum. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang berasal dari kepulauan Maluku. Cengkeh dikenal secara global sebagai rempah beraroma kuat dan banyak digunakan sebagai bumbu dapur hingga obat tradisional. Bagian yang sering dimanfaatkan adalah bagian kuncup bunga dan daunnya karena menghasilkan minyak atsiri dengan kualitas baik.2 Secara tradisional, Cengkeh dimanfaatkan sebagai stimulan, karminatif (mengeluarkan gas dalam perut), meredakan sakit gigi dan bau mulut.10
Morfologi Cengkeh
Tanaman Cengkeh dapat tumbuh hingga 20 meter. Bunganya tumbuh di ujung cabang dalam kelompok kecil. Kuncup bunganya yang belum mekar dikenal sebagai Cengkeh/ bunga Cengkeh.10 Bunganya kecil dengan banyak benang sari. Daun Cengkeh bentuk bulat telur, oval sampai lanset, pangkal runcing atau agak terpancung, tepi rata, ujung meruncing, pertulangan daun menyirip, ibu tulang daun tampak jelas, kedua permukaan licin, mengkilat berwarna hijau.3
Kandungan Cengkeh
Minyak atsiri merupakan komponen yang berkontribusi terhadap berbagai efek farmakologi Cengkeh, dan eugenol adalah senyawa utama dalam minyak atsiri.3,4 Selain eugenol, minyak atsiri cengkeh juga mengandung metil salisilat, pinene, dan vanillin.2
Khasiat Cengkeh
Menurut Medicinal Herb Index Indonesia, Cengkeh memiliki manfaat untuk nyeri perut, masuk angin, dan batuk.9 Berdasarkan studi literatur, terdapat beberapa studi efikasi Cengkeh diantaranya untuk:
Gastroprotektif (Melindungi lambung)
Subjek dan dosis: Tikus yang terbagi menjadi 3 kelompok dosis
Kelompok normal tanpa perlakuan
Kelompok kontrol negatif (hanya diinduksi alkohol untuk mengiritasi lambung)
Kelompok perlakuan diberi ekstrak daun Cengkeh 100 mg/kgBB, 2 jam setelahnya diinduksi alkohol
Durasi: 14 hari
Hasil: Pemberian ekstrak daun Cengkeh pada tikus berpengaruh signifikan dalam melindungi atau mengurangi kerusakan jaringan lambung tikus yang diinduksi minuman beralkohol, jika dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi ekstrak.5



Efek gastroprotektif daun Cengkeh5
Pereda Nyeri
Subjek: 57 orang dengan sakit kepala
Dosis: Ointment minyak Cengkeh dioleskan pada pelipis
Durasi: dilihat perbaikan selama 2 jam
Hasil: Kelompok yang menggunakan ointment minyak Cengkeh mengalami pengurangan gejala sakit kepala secara signifikan dibanding kelompok plasebo.6
Keamanan
Eugenol, dan minyak Cengkeh telah ditetapkan Generally Recognized As Safe (GRAS) sebagai flavoring makanan dan adjuvan oleh FDA. WHO melalui JECFA (Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives) menetapkan batas aman eugenol dalam flavoring agent makanan/ Acceptable Daily Intake (ADI) sebesar maksimal 2,5 mg/kgBB/hari.7,8 Konsumsi dalam dosis tinggi atau dalam konsentrasi murni berisiko menyebabkan iritasi lambung, mual, dan pada kasus berat memicu cedera hati.
Kata kunci: Eugenia caryophyllata; Cengkeh; Eugenol; Melindungi Lambung; Pereda Nyeri; Nyeri Kepala; Karminatif; Mengeluarkan Gas Perut; Sakit Gigi; Maag; Gerd; Sakit Kepala; Pusing; Migrain
Daftar Pustaka
Gamber: istockphoto.com
Chevallier A. Encyclopedia of Herbal Medicine. 3rd ed. DK Publishing; 2016. ISBN: 978-1-4654-4981-8.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Suplemen I Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.
Gaylor R, Michel J, Thierry D, Panja R, Fanja F, Pascal D. Bud, leaf and stem essential oil composition of Syzygium aromaticum from Madagascar, Indonesia and Zanzibar. International Journal of Basic and Applied Sciences. 2014; 3(3): 224-33. doi:10.14419/ijbas.v3i3.247.
Mawira AMA, Sambuga MK, Durry MF. Pengaruh pemberian ekstrak daun cengkih (Syzygium aromaticum) terhadap gambaran histopatologik lambung tikus Wistar yang diinduksi minuman beralkohol cap tikus. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2025;6(1): 1743-1751.
Heber, D, Joerg G, Thomas B, Christof J. Physicians Desk Reference (PDR) for Herbal Medicines. 4th edition. Thomson Healthcare; 2007. ISBN 1-56363-678-6.
U.S. Food and Drug Administration. Clove Bud & Oil (Eugenia spp.). Substances Added to Food Inventory (formerly EAFUS). Last update 04 February 2026. Accessed March 6, 2026. https://hfpappexternal.fda.gov
World Health Organization. JECFA Database: Evaluations of the Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives. Accessed March 6, 2026. https://apps.who.int/food-additives-contaminants-jecfa-database/Home/Chemical/3278
Esai Indonesia. Medicinal Herb Index in Indonesia. 2nd Ed. PT. Esai Indonesia; 1995.
Verheij EWM, Snijders CHA. Syzygium aromaticum (L.) Merrill & Perry. In: de Guzman CC, Siemonsma JS, eds. Plant Resources of South-East Asia No. 13: Spices. PROSEA Foundation; 1999. Accessed April 11, 2026. http://prota4u.org/prosea.


