
Adas1
Foeniculum vulgare (Adas) sering disebut pula Adas Pedas atau Fennel dalam bahasa Inggris. Adas telah digunakan dalam pengobatan tradisional selama ribuan tahun di negara-negara Asia Timur, India dan Tiongkok. Masyarakat Tiongkok menggunakan Adas sebagai karminatif (meredakan kembung dan gas di pencernaan), dan menggunakannya untuk tujuan lain seperti obat perut, stimulan, dan anti muntah.2 Bagian Adas yang sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah bagian buah yang berbentuk seperti biji.
Morfologi Adas
Tanaman Adas dapat tumbuh hingga sekitar 2 meter. Batangnya tegak, bulat, dan banyak bercabang. Daunnya berbentuk segitiga dan terbagi sangat halus seperti benang-benang kecil. Bunganya muncul di ujung batang dalam bentuk payung, berwarna kuning, kecil, dan memiliki lima mahkota serta lima benang sari. Buahnya berbentuk lonjong hingga agak silindris, sedikit melengkung, berwarna hijau muda sampai coklat kekuningan. Saat matang, buah akan terbelah menjadi dua bagian, masing-masing memiliki lima garis menonjol dan saluran minyak di antaranya.6
Kandungan Adas
Adas mengandung essential oil yang memberikan efek terhadap kesehatan tubuh. Kandungan utamanya meliputi trans-anetol, fenchone, dan estragol.4
Khasiat Adas
Anetol memiliki efek relaksasi pada otot polos usus yang dapat bermanfaat untuk meredakan gangguan pencernaan.3
Studi Literatur:
Subjek: 80 wanita yang mengalami perut kembung post operasi Cesar
Dosis penelitian: 4 x sehari soft capsule (tiap soft capsule mengandung 30 mg ekstrak Adas terstandarisasi 21-27 mg anethole)
Durasi: 24 jam
Hasil: Pemberian soft capsule Adas dapat meredakan gejala kembung pada subjek, efeknya tidak jauh berbeda dengan efek kapsul Dimethicone (obat kimia yang digunakan untuk mencegah dan mengelola gangguan pencernaan pasca operasi).3
Keamanan
Adas memiliki sejarah penggunaan yang panjang dalam pengobatan tradisional, dan belum terdapat laporan efek samping serius selama digunakan sesuai dosis anjuran. Dalam sebagian besar percobaan toksisitas yang dilakukan pada Adas, tidak menimbulkan tanda-tanda keracunan atau kematian. Dosis oral hingga 2.000 mg/kg BB mencit tidak menunjukkan tanda toksisitas. Efek samping atau reaksi alergi jarang terjadi.5
Kata kunci: Foeniculum vulgare; Adas; Fennel; Anetol; Gangguan Pencernaan; Kembung
Daftar Pustaka
Gambar: shutterstock.com
Kooti W, Moradi M, Ali AS, Sharafi AN, Asadi SM, Ashtary LD. Therapeutic and pharmacological potential of Foeniculum vulgare Mill: A review. J HerbMed Pharmacol. 2015; 4: 1-9.
Jourshari MS, Rezasoltani P, Nazari M, et al. A comparative study of fennel and dimethicone capsule effects on flatulence rate after cesarean section: A double-blind randomized controlled trial. J Educ Health Promot. 2024; 13: 251. doi:10.4103/jehp.jehp_389_23l
Heber, D, Joerg G, Thomas B, Christof J. Physicians Desk Reference (PDR) for Herbal Medicines. 4th edition. Thomson Healthcare; 2007. ISBN 1-56363-678-6.
Badgujar SB, Patel VV, Bandivdekar AH. Foeniculum vulgare Mill: a review of its botany, phytochemistry, pharmacology, contemporary application, and toxicology. Biomed Res Int. 2014;2014:842674. doi:10.1155/2014/842674.
Purwaningsih, Harmida, Brink M. Foeniculum vulgare Miller. In: de Guzman CC, Siemonsma JS, eds. Plant Resources of South-East Asia No. 13: Spices. PROSEA Foundation; 1999. Accessed April 11, 2026. http://prota4u.org/prosea.






