
Bawang Putih1
Bawang Putih (Allium sativum) adalah salah satu tanaman budidaya tertua. Selama lebih dari 4000 tahun, bawang putih telah digunakan sebagai rempah-rempah, makanan, dan obat tradisional.2 Pada pengobatan tradisional di Indonesia, Bawang Putih umumnya dimanfaatkan untuk menurunkan kadar lemak darah, menurunkan tekanan darah tinggi, cacingan, batuk, sesak nafas, masuk angin, sakit kepala, dan sakit pinggang.4
Morfologi Bawang Putih
Tanaman bawang putih berupa herba semusim, dengan tinggi 30-60 cm. Bagian tanaman yang digunakan adalah umbinya (bulbus), yang berbau khas bila diremas.4 Umbi berlapis majemuk berbentuk hampir bundar, garis tengah 4-6 cm, terdiri dari 8-20 siung seluruhnya diliputi 3-5 selaput tipis serupa kertas berwarna putih, tiap suing diselubungi 2 selaput serupa kertas, selaput luar warna agak putih dan agak longgar.6
Kandungan Bawang Putih
Bawang Putih mengandung senyawa bioaktif Allicin yang bersifat sebagai anti inflamasi dan antioksidan, berkontribusi terhadap sebagian besar khasiat yang ditimbulkan. Senyawa ini terbentuk ketika Bawang Putih rusak, misalnya dihancurkan, dipotong, dicincang, atau dikunyah.3
Khasiat Bawang Putih
- Antihipertensi
Senyawa Allicin dan fenolik dalam Bawang Putih memiliki mekanisme menyerupai obat antihipertensi konvensional yaitu dengan menghambat kerja enzim pengubah angiotensin. Penghambatan ini memicu pembuluh darah lebih rileks dan melebar serta mengurangi volume darah. Akibatnya, jantung lebih mudah memompa darah dan tekanan dalam pembuluh darah turun.5
Studi Literatur:
Terdapat sistematik review meliputi 18 studi yang meneliti efek antihipertensi Bawang Putih sebagai berikut:
- Subjek: 735 orang (kelompok tekanan sistolik) & 799 orang (kelompok tekanan diastolik)
- Dosis penelitian: 300-2.400 mg/hari (Garlic Powder/Ekstrak)
- Durasi: 2-24 minggu
- Hasil: Konsumsi Bawang Putih powder/ ekstrak memberikan efek antihipertensi signifikan dibandingkan kontrol dalam menurunkan tekanan darah. Pada kelompok hipertensi dan normotensi yang diberikan ekstrak Bawang Putih menunjukkan efek penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik sebesar 3,75 dan 3,39 mmHg. Sedangkan pada kelompok hipertensi saja menunjukkan efek penurunan tekanan darah sistolik sebesar 4,4 mmHg.4
- Antikolesterol/ Mengurangi lemak darah
Terdapat beberapa kemungkinan mekanisme Bawang Putih sebagai agen anti kolesterol. Diantaranya yaitu melalui menurunkan penyerapan kolesterol di usus, menghambat enzim yang terlibat dalam produksi kolesterol, dan meningkatkan ekskresi kolesterol. Dalam berbagai studi, Bawang Putih terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol total (TC), kolesterol baik (LDL-C), trigliserida (TG), serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL-C).3

Mekanisme hipolipidemik Bawang Putih.3
Studi Literatur:
Terdapat sistematik review meliputi 39 studi yang meneliti efek antikolesterol Bawang Putih sebagai berikut:
- Subjek: 2.298 usia 20-90 tahun dengan riwayat kolesterol tinggi
- Dosis penelitian:
Bubuk: 600–5.600 mg/hari
Minyak: 9–18 mg/hari
Ekstrak: 1.000–7.200 mg/hari
Bawang putih segar: 4–10 g/hari
- Durasi: 2 bulan
- Hasil: Bawang Putih dapat menurunkan secara signifikan kadar kolesterol total serum (TC) sebesar 17±6 mg/dL dan LDL-C sebesar 9±6 mg/dL serta meningkatkan sedikit kadar HDL-C pada pasien dengan kadar total kolesterol tinggi (200 mg/dL). Bawang Putih ditoleransi baik dalam semua uji klinik dengan efek samping minimal.4
- Memelihara kesehatan Jantung
Bawang Putih memiliki beberapa efek yang dapat membantu memelihara kesehatan dan meringankan kerja jantung, diantaranya: Efek antioksidan untuk mencegah produksi radikal bebas berlebih, mencegah peradangan pembuluh darah, mengurangi kadar kolesterol sehingga mencegah pembentukan plak, serta menghambat penggumpalan trombosit yang dapat menyebabkan sumbatan di pembuluh darah.3
Keamanan
Dalam uji coba pada manusia, Bawang Putih telah terbukti efektif dan aman. Bawang Putih masuk ke dalam Formularium Obat Herbal Asli Indonesia [Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 6 Tahun 2016] dengan indikasi Dislipidemia dan Penyakit Jantung & Pembuluh Darah.6
Bawang Putih dianggap memiliki toksisitas yang rendah dan terdaftar sebagai Generally Recognized as Safe (GRAS) oleh FDA. Dalam dosis tinggi dapat memicu iritasi lambung pada individu yang sensitif. Konsumsi Bawang Putih meningkatkan efek farmakologis antikoagulan (warfarin, fluindione) tetapi mengurangi efikasi obat anti-AIDS saquinavir.3
Kata kunci: Bawang Putih; Allium sativum; Allicin; Antihipertensi; Tekanan Darah; Penurun Kolesterol; Anti Kolesterol; Kesehatan Jantung; Batuk; Sesak Nafas.
Informasi Produk
Sido Muncul Natural Garlic

Kemasan: Botol @ 30 vegetable capsules
Kandungan: Ekstrak Alii sativi Bulbus (Bawang putih) 150mg; terstandarisasi 3,25% Aliin
Indikasi:
- Membantu mengurangi lemak darah
- Secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan gejala tekanan darah tinggi yang ringan
Aturan pakai: 1-2x sehari @1 kapsul, sebelum makan atau sesuai petunjuk dokter
No. Reg: TR 102 314 281
Peringatan:
- Hanya untuk penderita darah tinggi yang telah ditetapkan oleh dokter
- Hati-hati mengkonsumsi produk ini bersama dengan obat pengencer darah (antikoagulan) dan jika akan menjalani operasi, segera konsultasikan ke dokter
- Selama penggunaan konsultasikan pada dokter secara berkala
- Hati-hati pada penderita tukak lambung
Sido Muncul Natural Biotens

Kemasan: Botol @ 30 vegetable capsules
Kandungan ekstrak:
- Gynura procumbens Folium (setara dengan 360 mg daun kering)
- Centella asiatica Herba (setara dengan 300 mg daun kering)
- Alii sativi Bulbus 200 mg (terstandarisasi 3,2% Aliin)
- Orthosiphon aristatus Folium (setara dengan 150 mg daun kering)
- Apium graveolens Folium 150 mg
Indikasi: Secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan gejala tekanan darah tinggi yang ringan
Aturan pakai: 3x1 kapsul sehari atau sesuai petunjuk dokter
No. Reg: TR 142 380 681
Peringatan/Perhatian:
- Hanya untuk penderita tekanan darah tinggi yang telah ditetapkan dokter
- Selama penggunaan konsultasikan dengan dokter secara berkala
- Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui serta anak-anak
- Hentikan pemakaian jika terjadi reaksi alergi
- Hindari penggunaan bersama obat-obatan pengencer darah seperti warfarin, heparin, dan aspirin
Kontraindikasi: Pasien dengan gangguan ginjal dan tukak lambung
Daftar Pustaka
- Gambar: Vecteezy.com
- Bazaraliyeva A, Moldashov D, Turgumbayeva A, Kartbayeva E, Kalykova A, Sarsenova L, Issayeva R. Chemical and biological properties of bio-active compounds from garlic (Allium sativum). Pharmacia. 2022; 69: 955-64.
- Omar S. Garlic and cardiovascular diseases. InNatural products: phytochemistry, botany and metabolism of alkaloids, pehnolics and terpenes. Springer. 2013: 3661-3696. doi:10.1007/978-3-642-22144-6_158.
- Badan Pengawas Obat dan Makanan. Serial The Power of Obat Asli Indonesia; Bawang Putih (Allium sativum L.). Badan POM; 2016. ISBN : 978-602-7899-36-0.
- Wang HP, Yang J, Qin LQ, Yang XJ. Effect of garlic on blood pressure: a meta-analysis. J Clin Hypertens (Greenwich). 2015;17(3): 223-231. doi:10.1111/jch.12473.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Kementerian Kesehatan RI; 2016.