
Valerian1
Valeriana officinalis atau Valeriana telah digunakan sebagai ramuan obat setidaknya sejak zaman Yunani dan Romawi kuno. Sejak abad ke 2, akar Valeriana telah digunakan sebagai terapi untuk mengatasi insomnia atau gangguan sulit tidur.2
Morfologi Valeriana
Tumbuhan ini berupa herba yang tingginya hingga 1,5 m. Rimpang (batang bawah tanah horizontal) pendek, agak tegak, hampir tidak lebih tebal dari batang, panjangnya sekitar 2–4 cm. Valeriana memiliki daun yang terpisah secara menyirip, umumnya dengan 6–10 pasang anak daun berbentuk lanset dan menghasilkan banyak bunga kecil berwarna putih atau merah muda dalam kelompok padat yang terdiri dari banyak gugusan bertangkai.5
Kandungan Akar Valeriana
Akar Valerianae (Valerian) mengandung banyak senyawa aktif, seperti iridoid, minyak esensial (borneol, valerenal), Valeric acid, dan flavonoid. Senyawa yang paling sering dikaitkan dengan efek menenangkannya adalah Valeric acid dan iridoid.2,3
Khasiat Akar Valeriana
Senyawa ini bekerja dengan meningkatkan aktivitas GABA, yaitu zat kimia alami di otak yang membantu menenangkan aktivitas saraf. Valerian juga memengaruhi reseptor saraf yang berperan dalam suasana hati dan kualitas tidur. Kombinasi ini membuat tubuh lebih rileks dan membantu tidur lebih nyenyak.2,3
Studi Literatur:
Data meta analisis terhadap 16 studi
- Subjek: 1.093 pasien sehat dan pasien insomnia/ gangguan tidur
- Dosis penelitian: bubuk Valerian 450-1.410 mg/ hari atau ekstrak Valerian 300-600 mg/ hari
- Durasi: 5 hari - 8 minggu
- Hasil: Valerian dapat meningkatkan kualitas tidur tanpa menimbulkan efek samping mayor. Ditinjau dari profil efikasi dan efek sampingnya yang minim, Valerian merupakan pilihan alternatif yang baik dibandingkan dengan produk sintetis lainya.4

Mekanisme senyawa aktif akar valerian terhadap masalah tidur, dan kecemasan.3
Keamanan
Dari hasil studi literatur, keamanan dari Valerian radix dan ekstrak telah terbukti pada populasi luas dan tidak dilaporkan adanya efek samping serius (dari 60 studi dengan total kurang lebih 6.894 responden). Menurut assessment report dari European Medicine Agency (EMA), Valerian dianggap relatif aman dan dapat ditoleransi dengan baik, namun monografi EMA mencatat efek samping ringan seperti gejala gastrointestinal (misalnya mual, kram perut).3
Kata kunci: Valeriana; Valeriana officinalis; Valeric Acid; Gangguan Tidur; Kualitas Tidur
Informasi Produk
Sido Muncul Natural Prostresa

Kemasan: Botol @ 30 capsules
Kandungan: Valerianae Radix ekstrak 100 mg
Indikasi: Membantu meringankan gangguan sulit tidur
Aturan pakai: 1 kapsul, 1-2 x sehari atau sesuai petunjuk dokter. Untuk insomnia, diminum setengah jam sebelum tidur.
No. Reg: TR 102 312 741
Peringatan:
- Tidak boleh mengemudi atau mengoperasikan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi
- Hindari penggunaan bersama dengan alkohol atau bahan sedatif lain
- Hindari penggunaan pada anak-anak di bawah 12 tahun, wanita hamil, dan menyusui
Kontraindikasi: Penderita gangguan hati
Daftar Pustaka
- Gambar: istockphoto.com
- National Institute of Health (NIH). Valerian Fact Sheet for Health Professionals. NIH Turning Discovery Into Health. March 15, 2013. Accessed on January 15, 2025. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Valerian-HealthProfessional/#en16.
- Shinjyo N, Waddell G, Green J. Valerian Root in Treating Sleep Problems and Associated Disorders-A Systematic Review and Meta-Analysis. J Evid Based Integr Med. 2020;25:2515690X20967323. doi:10.1177/2515690X20967323..
- Bent S, Padula A, Moore D, Patterson M, Mehling W. Valerian for sleep: a systematic review and meta-analysis. Am J Med. 2006;119(12): 1005-1012. doi:10.1016/j.amjmed.2006.02.026.
- Nandhini S, Narayanan KB, Ilango K. Valeriana officinalis: A review of its traditional uses, phytochemistry and pharmacology. Asian J Pharm Clin Res. 2018; 11(1): 36-41.