
Akar Bajakah1
Akar Bajakah (Spatholobus littoralis) merupakan salah satu tumbuhan yang secara empiris dimanfaatkan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan sebagai obat tradisional. Bagian yang sering digunakan adalah akar dan batang berkayu, yang biasanya direbus atau diekstrak sebagai minuman herbal. Bajakah telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak untuk menambah stamina saat lelah hingga untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk kanker dan peradangan.2,4
Morfologi Bajakah
Tanaman bajakah adalah tumbuhan liana berkayu, yaitu tumbuhan merambat atau memanjat yang ketinggiannya dapat mencapai sekitar 25 m hingga 50 m, dengan cabang muda kuning kehijauan sampai cokelat kusam berbulu halus, bunga bermahkota putih, dan buah polong pipih.6 Bagian yang dikenal sebagai akar bajakah berupa bagian akar/kayu akar yang berkayu keras, terdiri atas kulit luar dan bagian kayu di dalamnya. Warna, ketebalan kulit, dan warna rendaman berbeda antar jenis; bajakah merah cenderung menghasilkan warna merah dengan permukaan lebih kasar dan tebal, bajakah putih cenderung lebih halus dan tipis dengan warna putih kekuningan.7
Kandungan Akar Bajakah
Akar Bajakah mengandung golongan senyawa fitokimia fenolik, flavonoid, dan tannin, dan saponin yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Pada salah satu studi disebutkan bahwa aktivitas antioksidan Akar Bajakah tergolong lebih tinggi dibanding vitamin C dan E.2
Khasiat Akar Bajakah
Senyawa aktif dalam Akar Bajakah memiliki aktivitas untuk menghambat enzim HMG-CoA reductase yang berperan dalam pembentukan kolesterol di dalam tubuh. Ketika enzim ini dihambat, produksi kolesterol akan berkurang.3
1. Menurunkan kolesterol
Subjek: 21 pasien kanker paru lung adenocarcinoma EGFR wild-type minimal stadium IIIA
Dosis: Akar Bajakah 1000 mg per hari sebagai terapi tambahan (adjunctive) bersama kemoterapi standar.
Durasi: 3x siklus kemoterapi (9-12 minggu)
Hasil: Terjadi penurunan kadar kolesterol (LDL) dan trigliserida (TG) pada kelompok perlakuan yaitu pada LDL sebelum 200,55±42,65 dan sesudah 184,45±24,20. Pada TG sebelum 131,27±44,76 dan sesudah 112,73±34,74.. Namun ketika dibandingkan dengan kelompok kontrol, penurunan tersebut tidak signifikan secara statistik. Hal ini kemungkinan disebabkan terdapat komorbid penyakit, dan kondisi tubuh yang underweightsehingga menyebabkan malabsorbsi.3
2. Anti bakteri dan Anti jamur
Ekstrak Akar Bajakah juga memiliki aktivitas anti bakteri dan anti jamur untuk melawan mikroorganisme patogen. Diketahui bahwa kandungan senyawa aktif Akar Bajakah dapat merusak membran sel mikroba serta menghambat pertumbuhannya. Pada salah satu penelitian skala laboratorium, Akar Bajakah dapat menghambat 83,21% koloni S. aureus (dibandingkan ciprofloxacin) dan 74,20% terhadap jamur Candida albicans (dibandingkan flukonazol).4
Keamanan
Berdasarkan literatur studi toksisitas akut selama 7 dan 14 hari, ekstrak etanol Kayu Bajakah tidak menunjukkan efek toksik pada dosis 300 mg/kg, sehingga menunjukkan profil keamanan yang relatif baik tingkat moderat.5 Disamping itu tidak terdapat laporan efek samping mayor selama penelitian pada subjek manusia dengan Akar Bajakah dosis 1000 mg/hari selama 9-12 minggu.3
Kata kunci: Spatholobus littoralis; Akar Bajakah; Anti kolesterol; Anti bakteri; Anti jamur; Menambah stamina; Lemak Darah; Kolesterol
Daftar Pustaka
1. Gambar: Shutterstock
2. Fitriani SE, Saputra SH. Karakteristik tanaman Akar Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) dari Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal riset teknologi industri. 2020; 14(2): 365-76.
3. Nikmah EH, Kusumawardhani E, Suhartono E, et al. Adjunctive Effects of Bajakah Wood (Spatholobus littoralis Hassk.) on Cholesterol and Triglyceride in EGFR Wild Type Lung Adenocarcinoma Patients. J. Respi. 2026; 12(01): 13-19. doi: 10.20473/jr.v12-I.1.2026.13-19.
4. Ikfar NF, Klau IC, nur Aini FS, et al. Review Jurnal: Eksplorasi Khasiat Tumbuhan Bajakah Sebagai Warisan Pengobatan Tradisional Suku Dayak Untuk Penanganan Beragam Penyakit. Sains Medisina. 2025; 3(5): 297-304.
5. Jannah AM, Rousdy DW, Wardoyo ER. Acute Toxicity of Bajakah TamPala (Spatholobus littoralis Hassk) Ethanolic Extract on The Microanatomy of Rat Spleens. Jurnal Biodjati. 2025;10(1):66-76.
6. Ridder-Numan JWA. Spatholobus littoralis Hassk. In: Lemmens RHMJ, Bunyapraphatsara N, eds. Plant Resources of South-East Asia No. 12(3): Medicinal and Poisonous Plants 3. PROSEA Foundation; 2003. Accessed May 4, 2026. https://prosea.prota4u.org/view.aspx?id=2900
7. Fitriani SE, Saputra SH. Karakteristik tanaman akar bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) dari Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal riset teknologi industri. 2020; 14(2): 365-76.